Kamis, 18 Oktober 2018

Campylobacter jejuni




Jual Bakteri Campylobacter jejuni ATCC 33291, 29428,
087731375234 

Campylobacter jejuni adalah jenis bakteri berbentuk bulat, bersifat motil, tidak membentuk spora, gram negatif, mikroaerofilik, secara alami berkoloni pada saluran pencernaan burung atau unggas, termasuk hewan peliharaan seperti anjing, kucing, dan beberapa binatang mengerat.
Campylobacter jejuni adalah bakteri pathogen  yang paling banyak terdapat pada makanan yang menyebabkan penyakit diare pada manusia lebih dari 2 juta kasus per tahun berdasarkan laporan Centers for Disease Control and Prevention. Ayam yang terkontaminasi bakteri seringkali menjadi faktor penyebab penularan kepada manusia oleh karena itu perlu dipertimbangkan membangun kandang peternakan ayam yang kondusif. 

Selasa, 09 Oktober 2018

Bahaya Kontaminan Mercury




Menerima Uji Kandungan Mercury
087731375234



Merkuri merupakan salah satu logam berat yang paling berbahaya. Merkuri dengan nomor atom 80 dikenal juga sebagai “air raksa”, mempunyai simbol kimia Hg, yang merupakan singkatan dari bahasa Yunani “Hydrargyricum” yang berarti cairan perak.  Merkuri (Hg) merupakan salah satu dari jenis logam berat yang memiliki efek toksik paling berbahaya bersama dengan timbal (Pb) dan kadmium (Cd). Cd, Pb, dan Hg dikenal sebagai the big three heavy metal (= tiga logam berat paling berbahaya) dengan tingkat toksisitas tertinggi pada kesehatan manusia. Merkuri dianggap sebagai logam berbahaya karena sebagai ion atau dalam bentuk senyawa tertentu mudah diserap ke dalam tubuh. Di dalam tubuh, merkuri dapat menghambat fungsi dari berbagai enzim bahkan dapat menimbulkan kerusakan sel.
Kehadiran logam berat Hg di lingkungan dapat terjadi melalui aktivitas gunung berapi, pelapukan batuan, dan sebagai akibat dari aktivitas manusia. Namun, pencemaran merkuri di perairan laut lebih banyak disebabkan oleh faktor manusia dibanding faktor alami. Kehadiran merkuri dapat terjadi secara alami tetapi kadarnya sangat kecil. Mayoritas merkuri yang ada di lingkungan berasal dari kegiatan antropogenik, seperti kegiatan: pertambangan, pembakaran bahan bakar fosil, pabrik pengolahan kertas, emisi smelter, dsb. Contoh pertambangan yang menghasilkan limbah mercury adalah penambangan emas, lalu kemudian dibuang ke lingkungan. Dalam proses pemurnian emas dengan proses pemanasan, apabila wadah yang digunakan merupakan wadah terbuka, maka uap merkuri dapat menguap ke atmosfer. Pada saat hujan turun, kemungkinan air hujan terkontaminasi merkuri akan sulit dihindari.
Mercury dapat berada dalam 3 bentuk, yaitu: metal (logam), senyawa-senyawa anorganik, dan senyawa organik. Merkuri dan turunannya sangat beracun, sehingga kehadirannya di lingkungan perairan dapat sangat merugikan. Pengaruh pencemaran merkuri terhadap ekologi bersifat jangka panjang, yaitu meliputi kerusakan struktur komunitas, gen, jaringan makanan, tingkah laku, dan fisiologi hewan air. Di lingkungan, merkuri yang terdapat dalam limbah di perairan umum diubah oleh aktifitas mikro organisme menjadi komponen methyl merkuri (senyawa organik) oleh mikroorganisme. Methyl merkuri memiliki daya racun tinggi, sukar terurai dibandingkan zat asalnya dan memiliki daya ikat yang tinggi pada jaringan tubuh, terutama pada biota perairan. Oleh karena itu, konsentrasi merkuri biasanya ditemukan lebih tinggi pada biota perairan dibandingan hewan darat. Masuknya methyl mercury ke tubuh ikan atau biota perairan lainnya dapat terjadi melalui proses penyerapan air melalui insang dan proses rantai makanan, kemudian terakumulasi melalui proses bioakumulasi dan biomagnifikasi dalam jaringan tubuhnya.
Manusia dapat terpapar oleh merkuri melalui proses penghidupan uap merkuri secara langsung maupun melalui proses rantai makanan jika memakan asupan seperti ikan dan biota perairan yang sudah tercemar merkuri, produk olahan pangan, kosmetik dan lain-lain. Paparan merkuri dalam tubuh manusia dapat menimbulkan masalah kesehatan yang serius, meskipun hanya dalam konsentrasi yang rendah. Keracunan oleh merkuri non-organik dapat mengakibatkan terganggunya fungsi ginjal dan hati. Merkuri organik dari jenis methyl mercury dapat memasuki plasenta dan merusak janin pada wanita hamil sehingga menyebabkan cacat bawaan, kerusakan DNA dan kromosom, mengganggu saluran darah ke otak serta menyebabkan kerusakan otak.

Senin, 24 September 2018

Optimalisasi Produksi Minyak Kelapa Dengan Proses Fermentasi





Jual Aneka Culture Mikroba
087731375234

            Minyak kelapa berasal dan daging buah kelapa, yang dapat diproses secara kering dan secara basalt Proses pernbuatan minyak secara kering dilakukan dengan membuat kopra kemudian dikempa untuk menghasilkan minyak, Proses pembuatan kelapa secara basah dikelompoklcan menjadi 2 cara yaitu proses ekstraksi dan proses fermentasi. Proses pembuatan minyak kelapa dengan cara fermentasi, akan memberikan beberapa kemudahan antara lain, tidak boros energi, waktu proses lebih cepat, produksi dalam skala besar akan sangat menguntungkan. Proses fermentasi dapat dilakukan dengan bantuan ragi misalnya campuran antara candida utilis dan saccaromyces ellipsoides, atau secara praktis dengan menggunakan ragi tape, dengan bantuan bakteri asam laktat: Lactobacillus bulgaricus, L casei, atau secara praktis dapat digunakan air nira yang telah diasamkan dan dapat pula menggunakan enzim protease sebagai pengurai protein yang terdapat dalam santan kelapa. 
            Produksi minyak kelapa dengan proses fermentasi, merupakan pengganti proses pembuatan minyak kelapa dengan menggunakan energi panas yang boros energi, dan karena jumlah energi yang tidak terkendali dengan baik menyebabkan mutu minyak kelapa akan turun. Proses fermentasi dapat menghasilkan minyak dengan kualitas yang konstan setiap saat, hanya dengan mengatur perbandingan bahan baku dengan ragi atau enzim yang dipergunakan, dan teknologi fermentasi ini dapat dilaksanakan di pedesaan Keberhasilan produksi minyak kelapa secara kuantitatif dan kualitatif dengan cara fermentasi ditentukan oleh perbandingan antara santan kelapa dan jumlah ragi atau bakteri atau enzim yang dipergunakan, serta kondisi operasi fermentasi. Untuk maksud tersebut perlu diadakan penelitian tentang fermentasi kelapa menjadi minyak, dengan ragi (candida utilis dan saccaromyces ellipsoides, dengan balcteri lactobacillus bulgaricus, Lactobacillus casei, serta enzim protease. Penentuan kualitas minyak kelapa Minyak kelapa kualitasnya ditentukan oleh beberapa faktor antara lain : angka iod, angka asam lemak bebas, angka peroksida, dan kadar air Angka iod mencerminkan ketidak jenuhan asam lemak penyusun minyak, makin tinggi angka iod makin banyak ikatan rangkapnya, hal ini memacu laju oksidasi, sehingga minyak cepat menjadi tengik Minyak dengan angka iod tinggi apabila dikonsumsi akan memacu pembentukan kolesterol. Angka again yang besar menunjukkan asam lemak bebas yang besar yang berasal dari hidrolisa minyak atau karena proses pengolahan yang kurang baik, makin tinggi angka asam, makin rendah kualitasnya. Angka peroksida berfungsi untuk menguji kerusakan minyak karena oksidasi, atau auto-oksidasi, yang menyebabkan minyak menjadi tengik (rancid), sehingga menyebabkan aroma dan rasa yang tidak dikehendaki. Makin tinggi angka peroksida makin rendah kualitasnya. Rancangan percobaan yang digunakan adalab rancangan acak lengkap berblok. Surnber variasi adalah perbandingan substrat dan katalisator Dari pengamatan yang telah dilakukan biokatalisator yang efektif  paling optimum adalah dengan perbandingan 3:1. 

Sumber :  http://eprints.undip.ac.id

Bacillus coagulans



Jual Culture Bacillus coagualans
087731375234


Bacillus coagulans is a lactic acid-forming bacterial species. The organism was first isolated and described as Bacillus coagulans in 1915 by B.W. Hammer at the Iowa Agricultural Experiment Station as a cause of an outbreak of coagulation in evaporated milk packed by an Iowa condensary. Separately isolated in 1935 and described as Lactobacillus sporogenes in the fifth edition of Bergey's Manual, it exhibits characteristics typical of both genera Lactobacillus and Bacillus, its taxonomic position between the families Lactobacillaceae and Bacillaceae was often debated. However, in the seventh edition of Bergey's, it was finally transferred to the genus Bacillus. DNA-based technology was used in distinguishing between the two genera of bacteria which are morphologically similar and possess similar physiological and biochemical characteristics.
B. coagulans is a Gram-positive rod (0.9 by 3.0 to 5.0 μm in size), catalase positive, spore-forming, motile, and a facultative anaerobe. It may appear Gram-negative when entering the stationary phase of growth. The optimum temperature for growth is 50 °C (122 °F); range of temperatures tolerated are 30–55 °C (86–131 °F). IMViC tests VP and MR (methyl-red) tests are positive.
Bacillus coagulans has been added by the EFSA to their Qualified Presumption of Safety list and has been approved for veterinary purposes as GRAS by the U.S. Food and Drug Administration's Center for Veterinary Medicine, as well as by the European Union, and is listed by AAFCO for use as a direct-fed microbial in livestock production. It is often used in veterinary applications, especially as a probiotic in pigs, cattle, poultry, and shrimp. Many references to use of this bacterium in humans exist, especially in improving the vaginal flora,improving abdominal pain and bloating in irritable bowel syndrome patients, and increasing immune response to viral challenges. There is evidence from animal research that suggests that Bacillus coagulans is effective in both treating as well as preventing recurrence of clostridium difficile associated diarrhea. One strain of this bacterium has also been assessed for safety as a food ingredient. Spores are activated in the acidic environment of the stomach and begin germinating and proliferating in the intestine. Sporeforming B. coagulans strains are used in some countries as probiotics for patients on antibiotics.

Bacillus polymyxa




Jual Culture Bacillus polymyxa
087731375234

Bacillus polymyxa merupakan bakteri yang menghasilkan antibiotik polimiksin B yang dapat dimanfaatkan untuk pengobatan infeksi bakteri gram negatif, sedangkan Bacillus subtilis adalah bakteri penghasil antibiotik untuk pengobatan infeksi bakteri gram positif. Streptomyces griseus penghasil antibiotik streptomisin untuk pengobatan bakteri gram negatif termasuk bakteri penyebab TBC dan Streptomyces rimosus penghasil antibiotik terasiklin untuk berbagai infeksi bakteri.
Bakteri Bacillus polymyxa termasuk jenis bakteri yang menguntungkan di bidang kesehatan, bidang lingkungan dan pangan karena mengandung antibiotik dimana  antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain. Antibiotik yang efektif bagi banyak spesies bakteri, baik kokus, basil, maupun spiril, dikatakan mempunyai spektrum luas. Sebaliknya, suatu antibiotik yang hanya efektif untuk spesies tertentu, disebut antibiotik yang spektrumnya sempit. Pinisilin hanya efektif untuk membrantas terutama jenis kokus, oleh karena itu pinisilin dikatakan mempunyai spektrum yang sempit. Tetrasiklin efektif bagi kokus, basil dan jenis spiril tertentu, oleh karena itu tetrasiklin dikatakan mempunyai spektrum luas. Sebelum suatu antibiotik digunakan untuk keperluan pengobatan, maka perlulah terlebih dahulu antibiotik itu diuji efeknya terhadap spesies bakteri tertentu.
Nama ilmiah : Paenibacillus polymyxa
Nama lain :
› "Aerobacillus polymyxa" (Prazmowski 1880) Donker 1926
› "Clostridium polymyxa" Prazmowski 1880
› "Granulobacter polymyxa" (Prazmowski 1880) Beijerinck 1893
› Aerobacillus polymyxa
› Bacillus polymyxa (Prazmowski 1880) Mace 1889 (Approved Lists 1980)
› Clostridium polymyxa
› Granulobacter polymyxa
› Paenibacillus polymyxa (Prazmowski 1880) Ash et al. 1994

Jenis - Jenis Bakteri Probiotik Untuk Tambak Udang







Jual Aneka Culture Mikroba
087731375234

Budidaya udang merupakan sektor agrobisnis yang sangat potensial. Saat ini usaha budidaya udang sangat berkembang di Indonesia. Namun seringkali para pembudidaya menghadapi kendala tingginya tingkat kematian dan rendahnya produktifitas yang mungkin disebabkan faktor cuaca, penyakit, kondisi perairan yang buruk dan rendahnya penyerapan pakan. Faktor-faktor kendala tersebut dapat diminimalisir dengan pemanfaatan agen mikrobia sebagai probiotik yang memiliki peran memperbaiki sistem perairan menjadi lebih baik, mencegah penyakit dan meningkatkan penyerapan pakan.



1. Bacillus subtilis : Menghasilkan enzim protease untuk menguraikan limbah protein sisa pakan dan kotoran.

2. Bacillus licheniformis : Menghasilkan senyawa yang menghambat perkembangan bakteri merugikan (Vibrio spp.)

3. Bacillus pumilus : Membantu proses nitrifikasi pada proses detoksifikasi ammonia

4. Bacillus polymixa : Menghasilkan senyawa polymixin yang berperan untuk  keseimbangan populasi plankton

5. Bacillus coagulans : Membentuk bio koagulan dan menstabilkan system bioflok dalam perairan tambak

6. Bacillus cereus : Menghasilkan metabolt sekunder cerein yang mampu mencegah blooming plankton Blue Green Algae (BGA) dan Dinoflagellate

7. Bacillus megaterium : Menghasilkan senyawa antibakteri megacin yang menghambat pertumbuhan mikroba pathogen

8. Bacillus alvei : Membentuk biofilm untuk menstabilkan system heterotrof pada kolam budidaya

9. Bacillus amyloliquefaciens : Menghasilkan enzim amylase dan lipase untuk menguraikan sisa karbohidrat dan lemak dari pakan

10. Bacillus brevis : Menghasilkan enzim hidrolitik untuk menghidrolisis neurotoxin Vibrio spp.

11. Bacillus circulans : Menyerap ammonia dan memperlancar siklus penguraian limbah protein dasar lumpur

12. Bacillus firmus: Menghasilkan enzim hidrolitik untuk menghidrolisis racun geosmin dari BGA

13. Bacillus pumilus: Menghasilkan enzim proteolityc peptidase yang memutuskan ikatan peptida selubung virus, sehingga menghambat perkembangan virus
13. Lactobacillus bulgaricus : Menghasilkan  enzim ekstra seluler seperti,endo amilase, mananase, selulase dan ?-glaktosidase yang dapat memperbaiki proses pencernaan

14. Lactobacillus lactis: Membantu proses pencernaan, membentuk biofilm PHA, sebagai bioremediasi dan biokontrol terhadap pathogen.

15. Lactobacillus plantarum : Menghasilkan asam laktat dan katalase untuk memperbaiki system pencernaan udang, memperbaiki dasar tambak secara anaerob, mencegah konsumsi oksigen  berlebihan didasar kolam

16. Lactobacillus casei : Membentuk koloni-koloni bakteri menguntungkan pada dinding saluran pencernaan sehingga menghalangi infeksi penyakit

17. Lactobacillus acidophilus : Menghasilkan senyawa asam-asam organic yang mampu menghambat perkembangan bibit penyakit di saluran pencernaan

18. Lactobacillus rhamnosus : Menfermentasi bahan organik didasar tambak secara anaerob, sehingga mengurangi produksi gas-gas beracun dari dasar tambak

19. Lactobacillus brevis : Menghasilkan senyawa-senyawa adjuvant polisakarida yang mampu memicu system kekebalan tubuh udang.

The Useful of Bacillus megaterium




Jual Culture Bacillus megaterium
087731375234

Bacillus megaterium has been industrially employed for more than 50 years, as it possesses some very useful and unusual enzymes and a high capacity for the production of exoenzymes. It is also a desirable cloning host for the production of intact proteins, as it does not possess external alkaline proteases and can stably maintain a variety of plasmid vectors. Genetic tools for this species include transducing phages and several hundred mutants covering the processes of biosynthesis, catabolism, division, sporulation, germination, antibiotic resistance, and recombination. The seven plasmids of B. megaterium strain QM B1551 contain several unusual metabolic genes that may be useful in bioremediation. Recently, several recombinant shuttle vectors carrying different strong inducible promoters and various combinations of affinity tags for simple protein purification have been constructed. Leader sequences-mediated export of affinity-tagged proteins into the growth medium was made possible.

These plasmids are commercially available. For a broader application of B. megaterium in industry, sporulation and protease-deficient as well as UV-sensitive mutants were constructed. The genome sequence of two different strains, plasmidless DSM319 and QM B1551 carrying seven natural plasmids, is now available. These sequences allow for a systems biotechnology optimization of the production host B. megaterium. Altogether, a "toolbox" of hundreds of genetically characterized strains, genetic methods, vectors, hosts, and genomic sequences make B. megaterium an ideal organism for industrial, environmental, and experimental applications.


https://www.ncbi.nlm.nih.gov
Posting Lama ►

BIO-MOCAF

BIO-MOCAF
Formula Pembuatan Tepung Mocaf

Acetobacter xylinum

Acetobacter xylinum
Bibit Nata De Coco
 

Copyright © 2012. AGROTEKNO LAB - All Rights Reserved Template IdTester by Blog Bamz