Selasa, 13 Februari 2018

Membuat Nata De Cassava









Jual Starter nata
telp.087731375234


Nata de cassava adalah salah satu produk nata berbahan baku singkong. Nata de cassava secara tampilan mirip dengan nata de coco yaitu berbentuk jel, warna putih, kenyal, berserat tinggi. Nata de cassava lebih lunak tidak alot, dan aroma nya tidak terlalu menyengat dibanding dengan nata de coco-nata berbahan baku air kelapa. Nata merupakan bahan baku produk minuman kemasan yang sudah sangat popular dan banyak disukai kalangan. Saat ini kebutuhan air kelapa untuk industi nata de coco semakin bersaing, seiring dengan tingginya permintaan nata de coco. Ketersediaa bahan baku singkong yang melimpah menjadi keunggulan tersendiri pengembangan industry nata de cassava sebagai subtitusi nata de coco. Urutan proses pembutan nata de cassava adalah sebagai berikut:
1. Pengupasan
Singkong yang telah ditimbang, kemudian dikupas dengan menggunakan pisau. Kemudian singkong yang telah dikupas ditampung dalam ember yang berisi air agar tidak terjadi penambahan asam sianida yang menyebabkan warna singkong menjadi biru dan berasa pahit.
2. Pencucian
Singkong yang telah dikupas, kemudian dicuci hingga bersih dengan menggunakan air yang mengalir.
3. Pemarutan
Proses pemarutan dilakukan dengan menggunakan mesin pemarut. Proses pemarutan dengan menggunakan mesin pemarut lebih efesien dan lebih cepat.
4.Pengenceran
Singkong yang telah diparut kemudian diencerkan dengan penambahan air bersih kurang lebih 50 liter per 5 Kg umbi singkong yang telah dikupas. Air yang digunakan untuk pengenceran harus dengan menggunakan air yang bebas dari bahan kimia seperti kaporit atau tercemar bahan kimia lainnya.
5. Perebusan I
Tambahkan enzim αlfa-amilasi sebanyak 10-15 ml. Kemudian lakukan pengadukan sampai merata. Setelah mendidih, larutan diangkat kemudian pada saat proses pendinginan mencapai suhu kurang lebih 60-65˚C ditambahkan enzim gluco-amylase sebanyak 10-15 ml, biarkan sampai dingin kurang lebih 2-3 hari.
6.Penyaringan
Setelah larutan menjadi dingin lakukan penyaringan dan pemerasan/pengepresan dengan menggunakan kain atau menggunakan alat pengepres mekanik.
7.Perebusan II
Larutan sebanyak 50 liter yang telah disaring dan dipisahkan ampasnya, kemudian direbus lagi. Kemudian tambahkan asam asetat sebanyak 200 ml. Setelah mendidih tambahkan ZA (ammonium sulfat) sebanyak 150 gram.
8.Fermentasi / inkubasi
Siapkan nampan bersih, tutup koran dengan diikat karet ban secara melingkar pada bagian tepi nampan, lalu susun pada rak. Jika media larutan singkong telah mendidih, kemudian buka salah satu bagian ujung nampan, tuangkan larutan dalam keadaan mendidih ke dalam nampan kemudian ditutup kembali dan diikat dengan tali karet ban, disusun tumpuk bersilangan hingga 6-8 nampan di rak. Setelah dingin, kemudian diinokulasi dengan penambahan bibit Acetobacter xylinum sebanyak 10 % atau kurang lebih 100-120 ml, biarkan hingga 8-10 hari.

Senin, 05 Februari 2018

Teknik Fermentasi Dalam Pembuatan Tepung Mocaf






Jual Formula Biomocaf
Telp. 087731375234


Tepung mocaf (modified cassava flour) adalah salah satu produk olahan singkong yang saat ini sedang naik daun. Tepung mocaf menjadi salah satu alternatif pengganti terigu untuk kebutuhan berbagai aneka olahan makanan seperti kue, roti, mie, bakso, dan lain-lain. Karakteristiknya cukup bagus warna putih, tidak berbau singkong, lembut, mampu menjadi bahan subtitusi 30-100 % tergantung karakteristik produk yang akan dibuat. Ketersediaan singkong di Indonesia yang begitu melimpah dan varietas yang begitu banyak merupakan potensi yang menjajikan untuk menghasilkan tepung mocaf.
Proses produksi tepung mocaf relatif mudah dan tidak memerlukan teknologi yang tinggi. Dengan teknik fermentasi dihasilkan tepung mocaf yang  memiliki karakteristik dan kualitas hampir menyerupai tepung terigu. Selama proses fermentasi terjadi penghilangan komponen penimbul warna seperti pigmen pada singkong kuning dan protein yang dapat menyebabkan warna coklat ketika pemanasan. Tanpa pemecahan selulosa, proses pengolahan singkong hanya menghasilkan tepung gaplek dan aroma singkongnya pun masih kuat. Dengan perlakuan fermentasi tersebut didapatkan tepung  mocaf yang bertekstur halus, warna lebih putih dan aroma singkong juga hilang. Proses produksi tepung mocaf tidak lah sulit. Alur proses produksi tepung mocaf (modified cassava flour) adalah sebagai berikut:

  1. Sortasi Dan Penimbangan.
Sebelum singkong diproses, disortasi terlebih dahulu untuk memisahkan singkong yang rusak dan tidak memenuhi standar mutu, kemudian setelah itu dilakukan penimbangan agar dapat diketahui berat kotor dan berat bersih sehingga dapat dianalisis total produk jadi dan dapat dihitung tingkat kegagalan.
  1. Pengupasan.
Pengupasan kulit singkong dapat dengan menggunakan pisau. Kulit singkong ini ditampung dengan menggunakan ember untuk diolah menjadi produk yang bernilai ekonomis misalnya dibuat menjadi produk ceriping kulit singkong atau pakan ternak. Singkong yang telah dikupas sebaiknya ditampung dalam bak atau ember yang berisi air sehingga tidak menyebabkan timbulnya warna kecoklatan dan sekaligus menghilangkan asam sianida (HCN).
  1. Pencucian
Setelah dikupas, kemudian singkong dicuci dengan menggunakan air bersih. Hindari penggunaan air yang mengandung kaporit atau terkontaminasi bahan kimia. Penggunaan air yang mengandung kaporit akan dapat menyebabkan pertumbuhan bakteri fermentasi terhambat.
  1. Slicing / chiping (pemotongan).
Singkong yang telah dicuci bersih kemudian dipotong-potong tipis-tipis berbentu chip berukuran kurang lebih 0.2- 0.3 cm. Pemotongan bisa secara manual dengan menggunakan pisau atau dengan menggunakan mesin slicing.
  1. Fermentasi / Perendaman.
Proses fermenasi chips singkong dilakukan dengan menggunakan drum plastik yang diisi air kemudian dilarutkan starter mikobra yang mampu menghidrolisis pati. Perendaman chip singkong diupayakan sedemikian hingga seluruh chip singkong tertutup air.
  1. Pencucian.
Setelah proses fermentasi selesai kurang lebih 30 jam, kemudian dilakukan pencucian kembali untuk menghilangkan sifat asam pada chips singkong hingga tidak berasa dan tidak berbau. lebih cepat kering.
  1. Pengeringan / Penjemuran.
Setelah chips dicuci bersih, kemudian tiriskan dengan menggunakan penjemuran terbuat dari anyaman bambu/tampah, plat seng dengan ukuran bisa 120 cm x 60 cm, atau dapat dengan menggunakan terpal. Pengeringan bisa dilakukan dengan menggunakan energi matahari. Penjemuran dengan menggunakan terpal lebih praktis penanganannya jika terjadi hujan. Penjemuran dengan mengunakan nampan dari plat lebih cepat kering. Jika panas matahari normal maka penjemuran dapat dilakukan minimal 3 hari. Penjemuran dengan menggunakan energi matahari ini memerlukan lahan yang datar, luas, lapang dan tidak terhalang oleh pepohonan. Jika kita menginginkan kapasitas besar dan tidak bergantung pada  pengeringan dengan energi matahari, maka bisa dilakukan dengan mesin pengering yang kapasitas lebih cepat dan besar.
  1. Penepungan.
Setelah chips singkong betul-betul kering hingga mencapai kadar air maksimal 13%, selanjutnya dapat dilakukan proses penggilingan dengan menggunakan mesin penepung.
  1. Pengayakan
Pengayakan dilakukan untuk mengasilkan tepung mocaf yang lembut. Pengayakan dapat dilakukan secara manual menggunakan saringan atau dengan menggunakan mesin sehingga kapasitasnya lebih besar dan waktu yang digunakan lebih singkat dengan mesh 80-100.
10. Pengemasan
Setelah menjadi produk tepung kemudian dikemasi sesuai ukuran yang kita kehendaki. Jenis kemasan sesuai dengan tujuan pasar, kemasan plastik umumnya digunakan untuk produk eceran, sedangkan kemasan karung umumnya pemasaran ke industri atau pedagang besar.


Morphologically And Physiologically Aspergillus sojae




Jual Culture Aspergillus sojae
Telp.087731375234

Aspergillus sojae  is one of the fungi has been used in industrial soy sauce producing koji mold. Aspergillus sojae  were identified and distinguished from Aspergillus parasiticus morphologically and physiologically. There was no detectable aflatoxin in any culture extracts of A. sojae strains. Strain 477 was chosen as a representative strain of industrial A. sojae for further molecular analysis. All enzymatic activities associated with the aflatoxin biosynthesis were not detected or negligible in strain 477 compared with that of the A. parasiticus strain. Southern analysis suggested that the genomic DNA of strain 477 contained aflatoxin biosynthetic pathway genes. In contrast, all industrial strains lacked detectable transcripts of aflR, the main regulatory gene for aflatoxin biosynthesis, under the aflatoxin-inducing condition. Our data suggest that defects in aflR expression cause the lack of expression of aflatoxin-related genes which results in the absence of aflatoxin biosynthesis in A. sojae strains.

Minggu, 21 Januari 2018

Peran Enzim Amylase Dalam Kehidupan




Jual Enzim Alfa Amylase, Gluko Amylase
Telp. 087731375234



Amilase adalah merupakan kelompok enzim yang berperan dalam mengkatalis karbohidrat kompleks berupa amilum menjadi karbohidrat yang lebih sederhana. Istilah amilase diambil dari nama substratnya yaitu amilum dan diakhiri dengan sufiks –ase yang merupakan ciri khas nama enzim. Enzim amilase memiliki peranan penting di dalam tubuh. Enzim ini dihasilkan oleh organ – organ pencernaan untuk membantu mengkatalisis pemecahan senyawa makanan secara kimiawi. Kelenjar liur atau saliva mensekretkan ludah yang mengandung enzim amylase atau yang lebih dikenal sebagai ptyalin. Sementara kelenjar pankreas mensintesis enzim amylase yang disekresikan melalui dinding usus dua belas jari (duodenum).
Amilase dikenal sebagai enzim pemecah karbohidrat. Keberadaan enzi amilase di dalam tubuh diketahui ternyata terdapat dalam berbagai ragam. Keragaman enzim amilase di dalam tubuh dapat dibedakan menjadi:
a. α- Amilase
Jenis amilase ini disebut juga sebagai glykogenase. a-Amilase adalah enzim amilase yang bekerja dengan kalsium (kalsium mettaloenzim). Peran kalsium bagi kinerja enzim ini ialah sebagai kofaktor penyusun enzim. Sehingga apabila tidak ada atau kekurangan senyawa kalsium dapat berdampak pada kerja enzim yang tidak mampu mengkatalisis reaksi kimia. Enzim amilase ini merupakan jenis amilase paling utama pada hewan yang bekerja optimum pada pH netral (6,5 – 7). Meski demikian, enzim ini juga ditemukan pada kelompok tumbuhan, fungi, dan bakteri.
b. ß- Amilase
ß- Amilase disintesis oleh kelompok tumbuhan, fungi, dan bakteri. kelompok hewan tidak memiliki jenis amilase ini. ß- Amilase bekerja pada lingkungan yang sedikit asam yaitu ph 4-5. Amilase ini banyak ditemukan pada biji tumbuhan. Amilase memecah amilum menjadi maltosa atau glukosa untuk memenuhi perkecambahan biji.
c. y- Amilase
Kelompok enzim ini adalah enzim amilase yang paling asam. Derajat keasaman (pH) yang optimum bagi enzim amilase ini ialah 3. Terdapat pada kelompok bakteri asidofilik, dan beberapa fungi. Telah diuraikan sebelumnya bahwa enzim amilase sangat erat kaitannya dengan fungsi katalisis senyawa kompleks dalam saluran pencernaan. Enzim – enzim karbohidrat dihasilkan oleh sel – sel kelenjar yang berhubungan dengan pencernaan. Amilase memiliki peranan yang penting bagi kehidupan organisme, yaitu:

Peran Enzim Amylase
1. Memecah Tepung
Peran utama enzim amilase ialah memecah zat tepung (amilum, pati) yang merupakan senyawa karbohidrat kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana. Pada sistem pencernaan hewan (manusia), enzim ini disekresikan di dalam rongga mulut dan lumen duodenum. Dengan adanya enzim amilase, zat tepung dapat diolah menjadi senyawa yang lebih sederhana untuk dicerna lebih lanjut atau diserap oleh tubuh sebagai sumber utama nutrisi sel untuk menghasilkan energi.
2. Fermentasi Glukosa
Pada kelompok organisme anaerob yaitu yang menghasilkan energi melalui jalur anaerob (tanpa udara) enzim ini berperan dalam memecah zat tepung menjadi zat yang lebih sederhana yaitu glukosa. Seperti yang terjadi pada kelompok fungi dan bakteri. Aktivitas organisme tersebut dimanfaatkan untuk pengolahan / pembentukan makanan fermentasi seperti tape, sake, bir. Hasil dari fermentasi ini akan dihasilkan makanan yang telah difermentasi menjadi manis, dan mendapatkan alkoholnya.
3. Applikasi Medis

Penelitian menemukan manfaat enzim amilase dalam dunia medis. Diketahui bahwa enzim ini dapat menjadi anti-inflamasi yang disebabkan oleh paparan antigen yang menyebabkan sekresi histamin. Enzim amilase diketahui mampu mengatasi masalah yang terjadi pada kulit, seperti alergi, dermatitits, eksim dan lainya. Penemuan lain mengenai penggunaan enzim amilase ialah sebagai terapi penderita radang pankreas. Enzim amilase juga dihasilkan oleh kelenjar pankreas. Pada penderita radang pankreas (pankreatitis) mengalami masalah dengan pencernaan karbohidratnya. Hal ini dapat diukur dari kadar enzim amilase di dalam darah, jika kadar enzim amilase kurang dari normal maka menunjukkan terjadinya kelainan pencernaan karbohidrat. Pemberian enzim amilase bagi penderita pankreatitis dapat membantu mengatasi masalah metabolisme karbohidratnya.

Sabtu, 20 Januari 2018

Acetobacter aceti


Jual Acetobacter aceti
Telp. 087731375234

Acetobacter aceti is a non-pathogenic, gram negative prokaryote that converts ethanol to acetic acid with the presence of oxygen, making it an obligate aerobe. This microbe is commonly known to the public as producing vinegar, wines, and beers. Acetobacter acetiis an aerobe and is also motile via peritrichous flagella. Acetobacter aceti is ubiquitous in nature and is everywhere there is fermentation occurring, growing optimally in a seven percent ethanol solution at thirty degrees Celcius. Acetobacter aceti is also known for its high tolerance of acidic conditions.
Genome structure of Acetobacter aceti  are 3,340,429 total base pairs of DNA that make up the genome of Acetobacter aceti. There are a total of 3122 genes within Acetobacter aceti. 3050, or ninety seven percent of the genes all code for proteins, meaning that a large portion of Acetobacter aceti is to produce protein.
Cell and colony structure Acetobacter aceti  are rod shaped cells and can occur as individual cell pairs, chains, and small clusters units. The flagellum of Acetobacter acetiis arranged peritrichously. The cells can rotate their flagellum counter clockwise and clockwise in direction.
Metabolism Acetobacter aceti  is an obligatory aerobic bacterium that can fix nitrogen during its metabolic processes and is known for producing alcohol as a byproduct of its metabolism. Acetobacter aceti uses sugars and alcohols for its carbon source and turns them into their acetic acid. The external electron source is nitrogen in the form of nitrite and nitrate and reduces them into ammonia and hydrogen. The primary molecule Acetobacter acetiproduces is acetic acid.
Acetobacter aceti is widespread in the environment; living in any environment where there is sugar present. This environment includes flowers, fruits, soil, and water. Acetobacter aceti contributes to the environment in many ways, metabolizing and breaking down foods such as fruits so that other animals can feed off its wastes and metabolize its byproducts. Acetobacter aceti has been utilized for the specifics of metabolizing sugars and releases its byproducts in the form of acetic acid, producing vinegar, a food product for us as humans to consume.

Pathology of Acetobacter aceti has yet to be reported as a pathogenic microbe to humans or animals. Acetobacter aceti does not produce any toxins, enzymes, or any viruses that harm any human or animal. Since Acetobacter aceti is ubiquitous in nature and there is contact of this bacterium on all animals on a frequent basis. Acetobacter aceti is not a portion of normal flora of bacteria on human skin. The only potential pathology it could present is if presented in mass quantities, an allergic or immune response could occur. Acetobacter aceti does produce alcohols, meaning if consumed in large quantities, these alcohols could affect the central nervous system, causing intoxication via alcohol, a byproduct of Acetobacter aceti, although alcoholism or intoxication is not due to the bacterium. Acetobacter aceti is known to cause rotting and browning discoloration in fruits such as apples, pears, and citrus products. Acetobacter aceti is known for causing pink disease in pineapple, which is the turning of the pineapple pink due to the metabolism of the pineapple by Acetobacter aceti along with the production of its waste.


Jumat, 19 Januari 2018

Bacillus megaterium









Jual Culture Bacillus megaterium
Telp. 087731375234

Bacillus megaterium adalah gram positif, endospora membentuk, bakteri berbentuk batang. Hal ini dianggap aerobik. Hal ini ditemukan dalam tanah dan dianggap saprofit. Bacillus megaterium adalah latin untuk binatang besar karena merupakan bakteri yang sangat besar, itu adalah sekitar 100 kali lebih besar E. coli. Karena ukurannya yang besar, sekitar 60 mikrometer potong dadu, B. megaterium telah digunakan untuk mempelajari struktur, lokalisasi protein dan membran bakteri sejak tahun 1950-an. Terutama, B. megaterium adalah organisme yang digunakan oleh Lwoff dan Guttman dalam studi yang menemukan lysogeny. Bacillus megaterium berbentuk batang positif, yaitu motil dan tidak mampu fermentasi butanadiol. Bacillus megaterium bersifat non-patogenik.
B. megaterium telah sering digunakan di laboratorium, dan digunakan sebagai organisme industri yang mampu menghasilkan berbagai protein dan sumber bioremediasi. Bacillus megaterium merupakan sumber yang baik dari protein industri karena merupakan sebuah kloning host dan diinginkan menghasilkan variasi besar enzim. Spesies ini adalah baik kloning tuan rumah karena mampu untuk rumah berbagai vektor plasmid sambil tetap stabil karena protease yang unik eksternal. Organisme ini tidak memiliki protease alkali; yang memungkinkan untuk sintesis protein rekombinan. Menggunakan Bacillus megaterium ilmuwan telah mengembangkan berbagai protein yang umum digunakan dalam bidang medis dan pertanian. Sebagai contoh, banyak penicllins sintetik telah diturunkan menggunakan amidase penisilin dalam bakteri; dehidrogenase glukosa dipanen digunakan dalam tes darah glukosa; ß-Amilase yang sering digunakan dalam industri roti; dan protease netral yang digunakan oleh industri kulit. Studi bioteknologi dari Bacillus megaterium memberikan sejumlah besar protein yang berbeda bahwa mereka dapat mempekerjakan dalam penting kemajuan medis, ilmiah dan industri.




Sabtu, 13 Januari 2018

Caracteriztic of Bacillus subtillis




Jual Culture Bakteri Bacillus subtilis
Telp.087731375234


Bacillus subtilis, known also as the hay bacillus or grass bacillus, is a Gram-positive, catalase-positive bacterium, found in soil and the gastrointestinal tract of ruminants and humans. A member of the genus Bacillus, B. subtilis is rod-shaped, and can form a tough, protective endospore, allowing it to tolerate extreme environmental conditions. B. subtilis has historically been classified as an obligate aerobe, though evidence exists that it is a facultative anaerobe. B. subtilis is considered the best studied Gram-positive bacterium and a model organism to study bacterial chromosome replication and cell differentiation. It is one of the bacterial champions in secreted enzyme production and used on an industrial scale by biotechnology companies.
Bacillus subtilis is a Gram-positive bacterium, rod-shaped and catalase-positive. It was originally named Vibrio subtilis by Christian Gottfried Ehrenberg,[3] and renamed Bacillus subtilis by Ferdinand Cohn in 1872 (subtilis being the Latin for 'fine'). B. subtilis cells are typically rod-shaped, and are about 4-10 micrometers (μm) long and 0.25–1.0 μm in diameter, with a cell volume of about 4.6 fL at stationary phase.[5] As with other members of the genus Bacillus, it can form an endospore, to survive extreme environmental conditions of temperature and desiccation. B. subtilis is a facultative anaerobe and had been considered as an obligate aerobe until 1998. B. subtilis is heavily flagellated, which gives it the ability to move quickly in liquids. B. subtilis has proven highly amenable to genetic manipulation, and has become widely adopted as a model organism for laboratory studies, especially of sporulation, which is a simplified example of cellular differentiation. In terms of popularity as a laboratory model organism, B. subtilis is often considered as the Gram-positive equivalent of Escherichia coli, an extensively studied Gram-negative bacterium.[citation needed.

This species is commonly found in the upper layers of the soil, and evidence exists that B. subtilis is a normal gut commensal in humans. A 2009 study compared the density of spores found in soil (about 106 spores per gram) to that found in human feces (about 104 spores per gram). The number of spores found in the human gut was too high to be attributed solely to consumption through food contamination.[8] B. subtilis has been linked to grow in higher elevations and act as an identifier for both eco-adaptability and honey bee health.
Posting Lama ►

BIO-MOCAF

BIO-MOCAF
Formula Pembuatan Tepung Mocaf

Acetobacter xylinum

Acetobacter xylinum
Bibit Nata De Coco
 

Copyright © 2012. AGROTEKNO LAB - All Rights Reserved Template IdTester by Blog Bamz