Kamis, 30 Juli 2020

Peran Enzim Selulase Pada Industri





Jual Enzim Selulase Untuk Riset Dan Industri
087731375234


Enzim Selulase adalah merupakan jenis enzim yang banyak digunakan dalam berbagai bidang. Enzi mini berfungsi memutuskan ikatan glikosidik beta-1,4 di dalam selulosasedodekstrinselobiosa, dan turunan selulosa lainnya. Berbeda dengan enzim lainya, enzim  selulase tidak dimiliki oleh manusia, karena itu manusia tidak dapat menguraikan selulosa. Namun, enzim selulase dimiliki hewan seperti kambingsapi, dan insekta seperti rayap karena dalam sistem pencernaannya mengandung bakteri dan protozoa yang menghasilkan enzim selulase yang akan menghidrolisis (mengurai) ikatan glikosidik beta-1,4. Oleh karena reaksi yang ditimbulkan oleh selulase saat mengurai selulosa adalah hidrolisis, maka selulase diklasifikasikan ke dalam jenis enzim hidrolase.
Berdasarkan penelitian, enzim selulase dapat meningkatkan fibrilasi karena fines (serat halus) yang komponen utamanya hemiselulosa dapat terdegradasi sehingga dapat dicapai derajat giling yang dikehendaki dengan waktu giling yang lebih cepat akibat penambahan enzim selulase. Pada industri pulp dan kertas di mana serat harus terfibrilasi untuk mendapatkan ikatan antar serat yang baik maka pulp yang terdiri dari serat-serat (komponen selulosa dan hemiselulosa) harus terfibrilasi. Fibrilasi dilakukan dengan proses refining (penggilingan).
Ikatan glikosidik adalah ikatan kovalen yang terbentuk antara dua monosakarida melalui reaksi dehidrasi atau penghilangan gugus air. Ikatan antar glukosa ini dinamakan glikosidik beta-1,4 karena konfigurasi glukosa dalam selulosa semuanya berbentuk beta, yakni ketika glukosa membentuk cincin, gugus hidroksil yang terikat dengan karbon nomor 1 akan terkunci di bagian atas sumbu cincin. Dan angka “-1,4” diperoleh dari atom karbon yang menghubungkan antar unit glukosa monosakarida terletak pada atom karbon nomor 1 dan nomor 4.
Selulosa adalah gabungan glukosa-glukosa yang diikat oleh ikatan yang dinamakan dengan ikatan glikosidik beta-1,4. Glukosa adalah gula sederhana yang disebut dengan monosakarida, sedangkan selulosa adalah polisakarida karena tersusun atas beberapa gula sederhana. Polisakarida jenis selulosa ini adalah bahan struktural utama dari kayu dan tetumbuhan yang tidak larut dalam air. Keberadaan selulosa di bumi sangat melimpah, karena dalam skala global tumbuhan hampir 100 miliar ton selulosa per tahun.


Karakteristik Bakteri Acetobacter xylinum Dalam Pembuatan Nata De Coco





Jual Bakteri Acetobacteri xylinum
Telp. 087731375234


Acetobacter xylinum adalah merupakan bakteri gram negative yang banyak dimanfaatkan untuk proses pembuatan nata de coco, nata de soya, nata de cassava. Bakteri ini termasuk bakteri non-pathogen yang menghasilkan selulosa yang kemudian disebut nata. Pertumbuhan Acetobacter xylinum dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain adalah kandungan nutrisi meliputi jumlah karbon dan nitrogen, tingkat keasaman media, pH, temperatur, dan udara (oksigen). Suhu optimal pertumbuhan bakteri Acetobacter xylinum pada 28 - 31˚ C, pH optimal 3 - 4, memerlukan oksigen sehingga dalam fermentasi tidak ditutup dengan bahan kedap udara sehingga tidak memungkinkan udara masuk sama sekali. Tutup wadah selama proses inkubasi yang umum digunakan adalah menggunakan kertas atau tisu. Tutup juga berfungsi untuk mencegah kotoran masuk ke dalam media yang dapat mengakibatkan kontaminasi mikroba lain seperti jamur, yeast dan bakteri. Apabila terjadi kontaminasi maka bisa menyebabkan kegagalan dalam pembentukan selulosa (nata) atau tidak optimal.
Dalam proses penumbuhan atau pengembangbiakan bakteri Acetobacter xylinum  hendaklah dipilih yang pertumbuhannya bagus hal ini dapat dilihat dari nata yang dihasilkan pada umur kurang lebih sekitar 7-10  hari dengan ketebalan berkisar 1.0 – 1.2 cm. Bibit yang baik akan menghasilkan nata dengan ketebalan yang optimal dengan waktu yang normal yaitu  7-10  hari dengan ketebalan berkisar 1.0 – 1.2 cm. Bibit yang telah lama akan mengalami pertumbuhan yang lebih lama sehingga perlu diregenerasi terlebih dahulu. Bibit yang telah terkontaminasi sebaiknya tidak digunakan, karena bibit yang telah terkontaminasi akan menular terus dan menyebabkan nata yang dihasilkan tidak optimal bahkan mengalami kegaglan sama sekali dalam proses pembuatan nata de coco.






Mengenal Karakteristik Enzim Amylase





Jual Enzim Alfa Amylase, Gluco Amylase, Beta Amylase, Selulase, Pectinase, Fructase
Telp.087731375234


Amilase  merupakan kelompok enzim yang berperan dalam mengkatalis karbohidrat kompleks berupa amilum menjadi karbohidrat yang lebih sederhana. Istilah amilase diambil dari nama substratnya yaitu amilum dan diakhiri dengan sufiks –ase yang merupakan ciri khas nama enzim. Enzim amilase berperan penting di dalam tubuh. Enzim ini dihasilkan oleh organ – organ pencernaan untuk membantu mengkatalisis pemecahan senyawa makanan secara kimiawi. Kelenjar liur atau saliva mensekretkan ludah yang mengandung enzim amylase atau yang lebih dikenal sebagai ptyalin. Sementara kelenjar pankreas mensintesis enzim amylase yang disekresikan melalui dinding usus dua belas jari (duodenum).
Amilase dikenal sebagai enzim pemecah karbohidrat. Keberadaan enzi amilase di dalam tubuh diketahui ternyata terdapat dalam berbagai ragam. Keragaman enzim amilase di dalam tubuh dapat dibedakan menjadi:
a. α- Amilase
Jenis amilase ini disebut juga sebagai glykogenase. a-Amilase adalah enzim amilase yang bekerja dengan kalsium (kalsium mettaloenzim). Peran kalsium bagi kinerja enzim ini ialah sebagai kofaktor penyusun enzim. Sehingga apabila tidak ada atau kekurangan senyawa kalsium dapat berdampak pada kerja enzim yang tidak mampu mengkatalisis reaksi kimia. Enzim amilase ini merupakan jenis amilase paling utama pada hewan yang bekerja optimum pada pH netral (6,5 – 7). Meski demikian, enzim ini juga ditemukan pada kelompok tumbuhan, fungi, dan bakteri.
b. ß- Amilase
ß- Amilase disintesis oleh kelompok tumbuhan, fungi, dan bakteri. kelompok hewan tidak memiliki jenis amilase ini. ß- Amilase bekerja pada lingkungan yang sedikit asam yaitu ph 4-5. Amilase ini banyak ditemukan pada biji tumbuhan. Amilase memecah amilum menjadi maltosa atau glukosa untuk memenuhi perkecambahan biji.
c. y- Amilase
Kelompok enzim ini adalah enzim amilase yang paling asam. Derajat keasaman (pH) yang optimum bagi enzim amilase ini ialah 3. Terdapat pada kelompok bakteri asidofilik, dan beberapa fungi. Telah diuraikan sebelumnya bahwa enzim amilase sangat erat kaitannya dengan fungsi katalisis senyawa kompleks dalam saluran pencernaan. Enzim – enzim karbohidrat dihasilkan oleh sel – sel kelenjar yang berhubungan dengan pencernaan. Amilase memiliki peranan yang penting bagi kehidupan organisme, yaitu:

Peran Enzim Amylase
1. Memecah Tepung
Peran utama enzim amilase ialah memecah zat tepung (amilum, pati) yang merupakan senyawa karbohidrat kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana. Pada sistem pencernaan hewan (manusia), enzim ini disekresikan di dalam rongga mulut dan lumen duodenum. Dengan adanya enzim amilase, zat tepung dapat diolah menjadi senyawa yang lebih sederhana untuk dicerna lebih lanjut atau diserap oleh tubuh sebagai sumber utama nutrisi sel untuk menghasilkan energi.
2. Fermentasi Glukosa
Pada kelompok organisme anaerob yaitu yang menghasilkan energi melalui jalur anaerob (tanpa udara) enzim ini berperan dalam memecah zat tepung menjadi zat yang lebih sederhana yaitu glukosa. Seperti yang terjadi pada kelompok fungi dan bakteri. Aktivitas organisme tersebut dimanfaatkan untuk pengolahan / pembentukan makanan fermentasi seperti tape, sake, bir. Hasil dari fermentasi ini akan dihasilkan makanan yang telah difermentasi menjadi manis, dan mendapatkan alkoholnya.
3. Applikasi Medis
Penelitian menemukan manfaat enzim amilase dalam dunia medis. Diketahui bahwa enzim ini dapat menjadi anti-inflamasi yang disebabkan oleh paparan antigen yang menyebabkan sekresi histamin. Enzim amilase diketahui mampu mengatasi masalah yang terjadi pada kulit, seperti alergi, dermatitits, eksim dan lainya. Penemuan lain mengenai penggunaan enzim amilase ialah sebagai terapi penderita radang pankreas. Enzim amilase juga dihasilkan oleh kelenjar pankreas. Pada penderita radang pankreas (pankreatitis) mengalami masalah dengan pencernaan karbohidratnya. Hal ini dapat diukur dari kadar enzim amilase di dalam darah, jika kadar enzim amilase kurang dari normal maka menunjukkan terjadinya kelainan pencernaan karbohidrat. Pemberian enzim amilase bagi penderita pankreatitis dapat membantu mengatasi masalah metabolisme karbohidratnya.

Rabu, 15 Juli 2020

Mengenal Tanaman Sorgum dan Teknik Budidayanya









Sorgum adalah salah satu tanaman pangan yang telah lama dibudidayakan di Indonesia. Di Jawa tanaman ini dikenal dengan sebutan jagung cantel. Tanaman ini mudah dibudidayakan baik di lahan subur maupun pada lahan kurang subur. Sebagian para petani menjadikan tanaman sorgum sebagai tanaman tumpangsari dengan tanaman lainnya, namun saat ini banyak petani mulai menjadikan tanaman sorgum sebagai tanaman utama. Sorgum memiliki kemiripan dengan tanaman jagung, daunnya berbentuk lurus memanjang, bijinya bulat dengan ujung mengerucut berukuran diameter sekitar 2 mm dan mempunyai satu tangkai buah dengan beberapa cabang buah. Hampir seluruh bagian dari tanaman sorgum mulai dari biji, tangkai, batang, daun hingga akarnya dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Diantara olahan makanan berbahan sorgum antara lain kecap sorgum, gula sorgum yang terbuat dari nira sorgum yang  banyak terdapat pada batang tanaman sorgum, nektar sorgum, kue dan berbagai makanan ringan lainnya. Adapun langkah-langkah Budidaya Tanaman Sorgum adalah sebagai berikut :

1.Pengolahan Laham
Langkah pertama yang dilakukan adalah penggemburan lahan menggunakan cangkul atau traktor. Taburkan pupuk dasar berupa pupuk kandang dengan dosis 4-5 ton/hektar, pupuk kandang merupakan pupuk organik yang berguna untuk membantu pertumbuhan tanaman karena mengandung unsur hara makro dan mikro.  Lahan yang telah dipupuk di aplikasi pula dengan pembenah tanah yakni bahan yang ditambah ke tanah untuk memperbaiki kesuburan tanah baik itu sifat fisik, kimia maupun biologi tanah, dengan demikian tanah akan menjadi produktif untuk pertumbuhan dan perkembangan organisme seperti tumbuhan dan mikroba tanah.
Diamkan lahan selama 2 hari agar semua masukan berproses sehingga lahan siap ditanami.
2. Penanaman
Penanaman sorgum dilakukan dengan cara membuat lubang tanam sedalam 5 cm dengan cara ditugal dan memasukkan 2 benih sorgum di dalamnya, kemudian tutup lubang tanam dengan tanah atau bokashi. Jarak tanam antar lubang yaitu 20-25 cm.  Benih sorgum ini dapat diperoleh dari biji sorgum yang telah masak dan telah di treatment terlebih dahulu atau membeli bibit yang dikeluarkan oleh dinas pertanian di toko-toko pertanian yang menyediakannya.

3. Perawatan
Perawatan sehari-hari tanaman sorgum relatif tidak rumit, selain tindakan penyulaman dan pengairan, pada umur tanaman 20 hari perlu dilakukan penyiangan atau pembersihan gulma, tujuannya adalah untuk mengendalikan tumbuhan liar yang tidak dikehendaki pertumbuhannya agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman utama. Dalam kegiatan penyiangan terkadang dilakukan pula pembumbunan atau ipuk, yakni menumpuk tanah pada akar tanaman yang longsor yang dikarenakan oleh berbagai sebab baik itu akibat pengairan maupun air hujan.
Setelah tanaman berumur 1 bulan perlu dilakukan aplikasi pupuk susulan menggunakan pupuk organik cair, tujuannya untuk meningkatkan kesuburan tanaman serta memperbaiki dan meningkatkan kualitas organik didalam tanah sehingga tanah atau lahan menjadi lebih remah, gembur, tidak liat bahkan keras dan juga untuk menjaga ketersediaan unsur hara di dalam tanah.
Aplikasi pupuk yang sama kembali dilakukan manakala tanaman telah berumur 2 bulan.
Bakal biji sorgum biasanya muncul setelah tanaman berumur kurang lebih 50 HST, pada saat itu perlu dilakukan pengendalian hama terutama burung dengan cara membrongsong bakal biji sorgum dengan plastik, dipilihnya plastik sebagai pelindung bakal biji karena dianggap relatif lebih murah biayanya dibanding paranet.

4.Pemanenan
Sorgum dipanen saat telah masak atau tua dengan ciri-ciri kulit buah telah berubah warna dari hijau menjadi hitam atau merah, dengan kulit buah sudah pecah serta terlihat isinya.
Dengan luas lahan 1 hektar dapat menghasilkan 2 ton sorgum.  Pemanenan dilakukan dengan cara memotong bagian tangkai sekitar 7-10 cm dan mengumpulkannya kedalam wadah yang disiapkan. Sorgum hasil panen ini selanjutnya akan diproses lebih lanjut mulai dari penjemuran, perontokan hingga penggilingan untuk dikupas kulitnya sampai penepungan.

Semoga Bermanfaat….
Selamat berwirausaha, Kerja keras, Iklas, dan Doa…
Semoga sukses!!!

Enzim Pectinase




Jual Enzim Pectinase, Selulase, Alfa Amylase, Gluco Amylase, Beta Amylase, Lipase, Aquazym
Jual Culture Mikroba : Aspergillus niger ( isolat dan serbuk), Aspergillus oryzae, A. sojae, dll

087731375234



Pektinase adalah merupakan enzim yang dapat memecah senyawa pektin menghasilkan asam galakturonat. Pektinase dapat diisolasi dari berbagai mikroorganisme salah satunya adalah Aspergillus niger.  Berkembangnya sektor industri sekarang ini memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan penggunaan enzim sebagai biokatalisator, seperti dalam bidang minuman. Beberapa pengamatan yang telah dilakukan membuktikan bahwa penggunaan enzim semakin meningkat dari tahun ke tahun mencapai 10-15%. Enzim memiliki sifat-sifat spesifik yang sangat menguntungkan yaitu, efisien, selektif, mengalami reaksi tanpa efek samping dan ramah lingkungan
Mikroorganisme merupakan sumber enzim yang paling banyak digunakan daripada hewan dan tumbuhan, karena mikroorganisme memilki pertumbuhan yang cepat dan tumbuh pada berbagai jenis substrat. Pektinase dapat diisolasi dari Aspergillus niger, Bacillus coagulans, Bacillus firmus, Bacillus subtilis dan Penicillium chrysogenum. Aspergillus niger merupakan salah satu jenis kapang yang sering digunakan pada kultivasi media padat untuk menghasilkan pektinase. Kapang ini dapat ditumbuhkan pada media padat yang banyak mengandung nutrien polisakarida yang berfungsi sebagai sumber karbon. Pektinase atau enzim pektinolitik merupakan salah satu enzim yang banyak digunakan dalam sektor komersial, terutama digunakan sebagai biokatalis pada proses penghancuran buah dan penjernihan sari buah. Pektinase merupakan enzim yang memecah pektin, suatu substrat polisakarida yang diperoleh dari dinding sel tumbuhan. Pektin merupakan polimer dari asam galakturonat yang dihubungkan oleh ikatan 1-4 glikosidik.

Rabu, 04 September 2019

Teknologi Pembuatan Gula Fructosa






Jual Enzim Alfa Amylase, Gluco Amylase, Pectinase, Selulase, Sweetzime
Telp. 087731375234


Fruktosa adalah monosakarida yang ditemukan di banyak jenis tumbuh-tumbuhan, madu,bunga dan sayurang. Fruktosa  merupakan salah satu dari tiga gula darah penting bersama dengan glukosa dan galaktosa, yang bisa langsung diserap ke aliran darah selama pencernaan. Fruktosa murni rasanya sangat manis, warnanya putih, berbentuk kristal padat, dan sangat mudah larut dalam air. Fruktosa pada tanaman dapat berbentuk monosakarida atau sebagai komponen dari sukrosa. Sukrosa merupakan molekul disakarida yang merupakan gabungan dari satu molekul glukosa dan satu molekul fruktosa. Fruktosa adalah polihidroksiketon dengan 6 atom karbon. Fruktosa merupakan isomer dari glukosa; keduanya memiliki rumus molekul yang sama (C6H12O6) namun memiliki struktur yang berbeda.
Kebutuhan gula bagi kebutuhan manusia sangat tinggi baik jenis glukosa, sukrosa maltose dan fruktosa. Beberapa penelitian menunjukan bahwa fruktosa dianggap lebih aman dikonsumsi khususnya bagi penderita diabetes 2, namun jika dikonsumsi berlebihan juga berisiko bagi kesehatan pula. Kebutuhan gula fruktosa yang semakin meningkat menjadi peluang bisnis yang menjanjikan.
Proses untuk menghasilkan fruktosa adalah dengan menggunakan bahan yang memiliki kandungan pati yang tinggi seperti jagung, singkong, ubi jalar, dan umbi-umbian lainnya. Prinsip dasar produksi fruktosa adalah bahan yang mengandung pati diproses secara enzimatik liquifikasi dan sakarifikasi menghasilkan glukosa, setelah itu diproses lebih lanjut dengan menggunakan enzim glucose isomerase / enzim sweetzime. Glukosa yang diproses oleh enzim gluco isomerisme berubah menjadi fruktosa, yaitu sirup fruktosa tinggi adalah campuran glukosa dan fruktosa. Untuk mendapatkan sirup fruktosa dengan kadar yang tinggi, dilakukan dengan proses isomerisme berulang kali dengan tujuan mengubah lebih banyak glukosa menjadi fruktosa. Sirup fruktosa dengan kadar yang tinggi dapat menggantikan gula sukrosa dalam industri makanan dan minuman, dengan lebih banyak keuntungan, biayanya lebih rendah, tetapi rasanya lebih baik.
Sebagai contoh proses pembuatan fruktosa dengan tepung jagung adalah sebagai berikut: 1). Langkah pertama adalah proses pencampuran tepung jagung dengan air dan menyesuaikan konsentrasi cairan, dengan pH 5.5-6.5;  2). Langakah selanjutnya adalah proses liquifikasi dengan suhu tinggi dengan menggunakan enzim / katalisis alfa amylase sehingga pati jagung pecah  secara maksimal berubah menjadi dekstrin; 3). Proses sakarifikasi pada suhu 58-60 C kurang lebih 72 jam dengan menggunakan enzim gluco amylase sehingga  mengkatalisasi dekstrin menjadi glukosa; 4). Setelah dihasilkan glukosa langkah selanjutnya adalah dekolorisasi dan filtrasi dengan menggunakan mesin press plat dan frame filter; 5). Filtrasi adalah proses penyaringan dengan menggunakan drum filter untuk menghilangkan protein larut, mengurangi kandungan protein dalam cairan glukosa, dan partikel padatan yang terlarut; 6).Langkah selanjutnya glukosa diproses dengan secara enzimatis dengan menggunakan enzim gluco isomerase / sweetzime sehingga dihasilkan gula fruktosa;7). Langkah terakhir adalah proses evaporasi yaitu pemanasan dan penguapan, bertujuan meningkatak konsentrasi sirup yang lebih tingi sesuai standar yang dikehendaki, siap dikemas.



Jumat, 21 Juni 2019

Formula Bio-Mocaf Untuk Fermentasi Pembuatan Tepung Mocaf









Jual Formula Biomocaf
087731375234


Singkong adalah salah satu produk pertanian unggulan Indonesia. Singkong dapat  diolah menjadi aneka produk yang sangat bernilai ekonomis diantaranya diolah sebagai pakan ternak, tepung tapioka, gula cair, bioethanol, nata de cassava, dan berbagai aneka makanan camilan seperti keripik balado, thiwul, selondok, dan lain-lain. Saat ini, temuan terbaru produk olahan singkong adalah tepung mocaf yang memiliki karakteristik sebagai penggganti terigu.
Mocaf (Modified Cassava Flour) adalah produk olahan singkong menjadi tepung yang difermentasi sehingga memiliki tekstur yang baik, warna putih, dan aroma tidak berbau singkong.Tepung mocaf kini kian popular, karena tepung mocaf memiliki karakteristik yang bagus mampu menyubstitusi terigu.Saat ini kebutuhan tepung terigu nasional sangat tinggi, sedangkan pasokan masih harus didatangkan dari luar negeri, karena Indonesia tidak mampu memproduksi gandum yang merupakan bahan dasar terigu.
Beberapa kendala dalam industri tepung mocaf antara lain adalah; harga singkong yang seringkali fluktuatif dipengaruhi masa panen yang tidak kontinue.Beberapa daerah di Indonesia memang bisa produksi singkong secara kontinue sehingga harganya bisa stabil dan terjangkau untuk industri.Saat ini harga singkong agak naik seiring berkembangnya industri berbasis singkong seperti; tapioka, mocaf, bioetanol, sorbitol, gula cair, pakan ternak, industri makanan camilan, dan lain-lain.Berkembangnya industri berbasis singkong hendaknya ditopang pertanian singkong yang optimal. Saat ini para petani masih banyak yang enggan bertanam singkong karena dirasa panennya lama dan harganya murah dibandingkan komoditas yang lain. Dan untuk beberapa daerah tertentu pemasarannya dalam jumlah besar tidak mudah karena  belum ada industri pengolahannya. Jika masing-masing daerah membangun industri pengolahan singkong maka produksi singkong dapat ditingkatkan dan petani tidak kesulitan untuk memasarankannya.Agar petani mendapat produksi yang maksimal, maka sebaiknya menggunakan bibit singkong yang unggul dan teknik budidaya yang baik pula dengan pemupukan dan pengairan yang cukup. Seringkali petani singkong di Indonesia menganggap bahwasanya singkong adalah tanaman yang tahan banting sehingga tidak memerlukan perawatan yang intensif. Hal ini yang seringkali menyebabkan panen yang kurang maksimal dan kurang menguntungkan, jika petani memperhatikan hal ini tentu akan mendapatkan laba yang optimal. Petani dan produsen perlu membuat kesepakatan harga yang sama-sama menguntungkan, petani menjual singkong tidak terlalu tinggi, dan produsen tidak membeli dengan harga terlalu murah.
Bagi yang berminat untuk berwirausaha tepung mocaf, maka perlu mempelajari teknik produksi pembuatan tepung mocaf. Proses produksi tepung mocaf relatif mudah, sederhana,  dan tidak memerlukan teknologi yang tinggi. Sehingga, bagi para pemula yang ingin menerjuni bisnis ini tidak memerlukan proses belajar lama. Usaha produksi tepung mocaf juga dapat dimulai dari skala home industri dengan investasi yang tidak terlalu tinggi. Secara umum, alat yang dibutuhkan untuk memproduksi tepung mocaf adalah; alat pengupas dapat menggunakan pisau, mesin slicer/pemotong, mesin penepung, mesin ayakan, dan alat pengemas. Kita dapat memulai usaha ini hanya dapat bermodal mesin penepung, sedangkan alat yang lain dilakukan secara manual. Mesin pemotong dapat diganti dengan menggunakan pisau atau alat semi mekanis, mesin ayakan dapat diganti dengan menggunakan ayakan terbuat dari kain kelambu yang halus.Hal ini dilakukan jika memang kondisi keuangan kita sangat terbatas.Memang untuk memproduksi tepung mocaf dengan skala besar tentu membutuhkan infestasi yang besar.  
Prinsip pembuatan tepung mocaf adalah dengan memodifikasi sel singkong dengan cara fermentasi, sehingga menyebabkan perubahan karakteristik yang dihasilkan berupa naiknya viskositas (daya rekat), kemampuan gelasi, daya rehidrasi, dan solubility (kemampuan melarut) sehingga memiliki tekstur yang lebih baik dibandingkan dengan tepung tapioka atau tepung singkong biasa. Alur proses produksi tepung mocaf (modified cassava flour) adalah sebagai berikut:
1)      Sortasi Dan Penimbangan.
2)      Sebelum singkong diproses, disortasi terlebih dahulu untuk memisahkan singkong yang rusak dan tidak memenuhi standar mutu, kemudian setelah itu dilakukan penimbangan agar dapat diketahui berat kotor dan berat bersih sehingga dapat dianalisis total produk jadi dan dapat dihitung tingkat kegagalan.
3)      Pengupasan.
4)      Pengupasan kulit singkong dapat dengan menggunakan pisau. Singkong yang telah dikupas sebaiknya ditampung dalam bak atau ember yang berisi air sehingga tidak menyebabkan timbulnya warna kecoklatan dan sekaligus menghilangkan asam sianida (HCN).
5)      Pencucian
6)      Setelah dikupas, kemudian singkong dicuci dengan menggunakan air bersih. Hindari penggunaan air yang mengandung kaporit atau terkontaminasi bahan kimia. Penggunaan air yang mengandung kaporit akan dapat menyebabkan pertumbuhan bakteri fermentasi terhambat.
7)      Slicing / chiping (pemotongan).
8)      Singkong yang telah dicuci bersih kemudian dipotong-potong tipis-tipis berbentu chip berukuran kurang lebih 0.2- 0.3 cm. Pemotongan bisa secara manual dengan menggunakan pisau atau dengan menggunakan mesin slicing.
9)      Fermentasi / Perendaman.
10)  Proses fermenasi chips singkong dilakukan dengan menggunakan drum plastik yang diisi air kemudian dilarutkan starter Bio-Mocaf. Perendaman chip singkong diupayakan sedemikian hingga seluruh chip singkong tertutup air. Proses perendaman dilakukan 30-48 jam. 
11)  Pencucian.
12)  Setelah proses fermentasi selesai, kemudian dilakukan pencucian kembali untuk menghilangkan sifat asam pada chips singkong hingga tidak berasa dan tidak berbau. lebih cepat kering.
13)  Pengeringan / Penjemuran.
14)  Setelah chips dicuci bersih, kemudian tiriskan dengan menggunakan penjemuran terbuat dari anyaman bambu/tampah, plat seng dengan ukuran bisa 120 cm x 60 cm, atau dapat dengan menggunakan terpal. Pengeringan bisa dilakukan dengan menggunakan energi matahari. Penjemuran dengan menggunakan terpal lebih praktis penanganannya jika terjadi hujan. Penjemuran dengan mengunakan nampan dari plat lebih cepat kering. Jika panas matahari normal maka penjemuran dapat dilakukan minimal 3 hari.
15)  Penepungan.
16)  Setelah chips singkong betul-betul kering hingga mencapai kadar air maksimal 13%, selanjutnya dapat dilakukan proses penggilingan dengan menggunakan mesin penepung.
17)  Pengayakan
18)  Pengayakan dilakukan untuk mengasilkan tepung mocaf yang lembut. Pengayakan dapat dilakukan secara manual menggunakan saringan atau dengan menggunakan mesin sehingga kapasitasnya lebih besar dan waktu yang digunakan lebih singkat dengan mesh 100-200.
19)  Pengemasan.
20)  Setelah menjadi produk tepung kemudian dikemasi sesuai ukuran yang kita kehendaki. Jenis kemasan sesuai dengan tujuan pasar, kemasan plastik umumnya digunakan untuk produk eceran, sedangkan kemasan karung umumnya pemasaran ke industri atau pedagang besar.





Posting Lama ►

BIO-MOCAF

BIO-MOCAF
Formula Pembuatan Tepung Mocaf

Acetobacter xylinum

Acetobacter xylinum
Bibit Nata De Coco
 

Copyright © 2012. AGROTEKNO LAB - All Rights Reserved Template IdTester by Blog Bamz