Sabtu, 22 Juni 2013

Media Pengembanbiakan Mikrobia

 


Agrotekno Consultant / 085741862879
Jual Aneka Mikrobia

Untuk mengembangbiakan mikroorganisme, maka kita memerlukan media yang mengandung kadar nutrisi yang tinggi dan lingkungan fisik yang menyediakan kondisi optimum bagi pertumbuhannya. Media yang biasa digunakan untuk mengembangbiakan mikroba dalam skala lab adalah jenis agar diantaranya adalah; TSA dan media Zobell 2216 E. Media zobell 2216 E terdiri dari Bacto pepton, Bacto yeast extract dan Bacto agar. Pada pembuatan media hal penting yang harus dilakukan adalah mensterilkan tempat, alat, dan tangan menggunakan alkohol. Hal ini agar lingkungan menjadi aseptis bebas dari mikroba. Pertumbuhan mikroorganisme sangat dipengaruhi oleh tersedianya air. Bahan-bahan yang terlarut dalam air yang digunakan oleh mikroorganisme untuk membentuk bahan sel dan memperoleh energi.
1. Media TSA
TSA merupakan media kultur universal, hampir semua jenis bakteri bisa tumbuh pada media ini.
Trypticase Soy Agar digunakan untuk medium pertumbuhan dengan tujuan mengamati morfologi koloni, mengembangkan kultur murni, pertumbuhan untuktes biokimia. TSA juga biasa digunakan untuk penghitungan jumlah bakteri. Media TSA memiliki keunggulan yaitu dapat digunakan untuk menumbuhkan berbagai macam jenis bakteri bakteri. Tetapi media ini memiliki kelemahan harus menghitung terlebih dahulu.
                Proses Pembuatan media TSA (Tryptone Soya Agar) adalah : sebanyak 40 gr TSA dilarutkan dalam 1 liter aquades lalu dimasukkan ke dalam Erlenmeyer. Lalu media disterilkan dalam autoklaf dengan suhu 121C selama 15 menit. Kemudian sebagian media dituang ke tabung reaksi (media agar miring) dan dalam cawan petri (agar petri). Setelah mengeras, media diinkubasi selama 24 jam pada suhu 36oC, untuk agar petri diinkubasi secara terbalik.

2. Media TSB (Trypticase Soy Broth)
TSB adalah media brothdiperkaya untuk tujuan umum, untuk isolasi, dan penumbuhan bermacammikroorganisme. Media ini banyak digunakan untuk isolasi bakteri dari spesimenlaboratorium dan akan mendukung pertumbuhan mayoritas bakteri patogen.Media TSB mengandung kasein dan pepton kedelai yang menyediakan asam aminodan substansi nitrogen lainnya yang membuatnya menjadi media bernutrisi untukbermacam mikroorganisme. Dekstrosa adalah sumber energi dan natrium kloridamempertahankan kesetimbangan osmotik. Dikalium fosfat ditambahkan sebagaibuffer untuk mempertahankan pH. Media ini memiliki beberapa kelebihan diantaranya media broth diperkaya untuk tujuan umum, untuk isolasi, dan penumbuhan bermacam mikroorganisme. Media ini banyak digunakan untuk isolasi bakteri dari spesimenlaboratorium dan akan mendukung pertumbuhan mayoritas bakteri patogen. Sedangkan kelemahannya yaitu media ini hanya bisa digunakan dalam bentuk cair.
                Pembuatan media TSB (Tryptone Soya Broth) adalah :melarutkan 30gr TSB ke dalam 1 liter aquades lalu masukkan ke dalam Erlenmeyer. Kemudian media didiamkan dan tidak boleh dihomogenkan, lalu dimasukkan ke dalam tabung reaksi sebanyak 5ml. Lalu menyeterilkan media di autoklaf dengan suhu 121oC selama 15 menit. Setelah itu menginkubasi media dalam suhu ruang sampai saatnya digunakan.
3. Media TCBS
 Tiosulfat-sitrat-garam empedu-sukrosa agar-agar atau TCBS agar adalah jenis budaya agar plate selektif yang digunakan dalam mikrobiologi laboratorium untuk mengisolasi Vibrio spp. Agar TCBS sangat selektif untuk isolasi V. cholerae dan V. parahaemolyticus serta vibrio lainnya. Penghambatan bakteri gram positif dicapai oleh penggabungan empedu sapi , yang merupakan zat alami yang mengandung campuran garam empedu, dan kolat natrium , murni garam empedu . tiosulfat Sodium berfungsi sebagai belerang sumber dan, dalam kombinasi dengan besi sitrat, mendeteksi hidrogen sulfida produksi. Sakarosa ( sukrosa ) disertakan sebagai difermentasi karbohidrat untuk metabolisme vibrio. The basa pH medium meningkatkan pemulihan V. cholerae. timol biru dan biru bromothymol termasuk sebagai indikator perubahan pH. Kelebihan dari media imi yaitu sangat bagus digunakan untuk menumbuhkan bakteri vibrio. Sedangkan kelemahan dari media ini sangat rentan terhadap panas yang tinggi.
Pembuatan media TCBS (Thiosulfate Citrate Bilesalt Sucrose) adalah dengan melarutkan 88gr TCBS ke dalam 1 liter aquades lalu masukkan ke dalam Erlenmeyer. Kemudian media dihomogenkan dengan menggunakan hotplate stirrer sampai mendidih, sebelumnya masukkan magnet ke dalam Erlenmeyer yang akan berfungsi sebagai pengaduk. Setelah itu mendinginkan media, lalu media dituang ke dalam cawan petri. Saat dituang, cawan petri harus berada di dekat Bunsen agar steril. Dan selanjutnya menginkubasi terbalik selama 24 jam dalam suhu kamar.

4. Media Zobell 2216E
Bahan-bahan  pembentuk medium zobell adalah  terdiri dari NaCl (3 gram), KCl (0,7 gram), MgCl2.6H2O (10,8 gram), MgSO4.7H2O (5,4 gram), CaCl2.2H2O (1 gram), Yeast ekstrak (1 gram) dan Bakto pekton (5 gram), aquadest, PbNO3 0,1 ppm, Pb(CHCOO)2 0,1 ppm, MR-VP Broth, pewarnaan gram (crystal violet, lugol iodine, safranin, etil alkohol, aquadest), hidrogen peroksida 3%, larutan naftol (1 gram per 100 ml etil alkohol) dan larutan phenilendiamin (1 gram per 100 ml air destilasi) (Nakamura et al,1990).
Pembuatan media Zobell 2216 E adalah : menimbang 5 gr Bacto Pepton, 1gr Bacto Yeast extracts, dan 15gr Bacto agar, lalu masukkan dalam Erlenmeyer dan masukkan ke dalam Erlenmeyer dan larutkan dalam 1 liter air laut steril. Lalu sebagian media dituang ke dalam tabung reaksi (media agar tegak dan miring). Kemudian media disterilkan dalam autoklaf dengan suhu 121oC selama 15 menit. Setelah itu sisa media dituang ke dalam cawan petri, lalu setelah mengeras diinkubasi terbalik selama 24 jam pada suhu 36oC.Begitu pula untuk media miring diinkubasi pada suhu 36oC selama 24 jam.
TSA merupakan media kultur universal, hampir semua jenis bakteri bisa tumbuh pada media ini. Trypticase Soy Agar digunakan untuk medium pertumbuhan dengan tujuan mengamati morfologi koloni, mengembangkan kultur murni, pertumbuhan untuk tes biokimia. TSA juga biasa digunakan untuk penghitungan jumlah bakteri. Media TSB (Trypticase Soy Broth) TSB adalah media brothdiperkaya untuk tujuan umum, untuk isolasi, dan penumbuhan bermacammikroorganisme. Media ini banyak digunakan untuk isolasi bakteri dari spesimenlaboratorium dan akan mendukung pertumbuhan mayoritas bakteri patogen.Media TSB mengandung kasein dan pepton kedelai yang menyediakan asam aminodan substansi nitrogen lainnya yang membuatnya menjadi media bernutrisi untukbermacam mikroorganisme. Dekstrosa adalah sumber energi dan natrium kloridamempertahankan kesetimbangan osmotik. Dikalium fosfat ditambahkan sebagaibuffer untuk mempertahankan pH. Tiosulfat-sitrat-garam empedu-sukrosa agar-agar atau TCBS agar adalah jenis budaya agar plate selektif yang digunakan dalam mikrobiologi laboratorium untuk mengisolasi Vibrio spp. Agar TCBS sangat selektif untuk isolasi V. cholerae dan V. parahaemolyticus serta vibrio lainnya. Penghambatan bakteri gram positif dicapai oleh penggabungan empedu sapi , yang merupakan zat alami yang mengandung campuran garam empedu, dan kolat natrium , murni garam empedu . tiosulfat Sodium berfungsi sebagai belerang sumber dan, dalam kombinasi dengan besi sitrat, mendeteksi hidrogen sulfida produksi. Sakarosa ( sukrosa ) disertakan sebagai difermentasi karbohidrat untuk metabolisme vibrio. The basa pH medium meningkatkan pemulihan V. cholerae. timol biru dan biru bromothymol termasuk sebagai indikator perubahan pH. Media Zobell 2216E, bahan-bahan  pembentuk medium zobell adalah  terdiri dari NaCl (3 gram), KCl (0,7 gram), MgCl2.6H2O (10,8 gram), MgSO4.7H2O (5,4 gram), CaCl2.2H2O (1 gram), Yeast ekstrak (1 gram) dan Bakto pekton (5 gram), aquadest, PbNO3 0,1 ppm, Pb(CHCOO)2 0,1 ppm, MR-VP Broth, pewarnaan gram (crystal violet, lugol iodine, safranin, etil alkohol, aquadest), hidrogen peroksida 3%, larutan naftol (1 gram per 100 ml etil alkohol) dan larutan phenilendiamin (1 gram per 100 ml air destilasi).
Kekegalan dalam pembuatan media dapat disebabka oleh fackor kelalaian atau kurang memadainya peralatan laboratorium yang digunakan, kesalahan menimbang berat bahan, kurangnya ketelitian saat mengerjakan, kurang sterilnya alat dan bahan yang digunakan sehingga dimungkinkan adanya kontaminasi. Media juga dikatakan gagal apabila media tidak dapat dijadikan tempat perkembangan bakteri, hal ini dapat diakibatkan dari komposisi pembuat media, bentuk media (pada media padat) dan lainnya. Komposisi pembuat media yang  tidak sesuai mengakibatkan kurangnya nutrisi yang dibutuhkan bakteri pada media, sehingga bakteri tidak tumbuh. Bentuk media padat yang tidak datar mengakibatkan sulitnya bekteri untuk berkembang biak.
Pada pembuatan media TCBS, tidak boleh di sterilisasikan di autoklaf. Hal ini disebabkan karna pada TCBS terdapat kandungan empedu Oxbile (kerbau) sebagai antibiotik/antibakteri. Kandungan empedu tersebut bisa rusak apabila disterilkan dengan autoklaf. Dan juga kandungan komposisi “bili salt” dalam TCBS tersebut akan menguap apabila disterilkan dalam autoklaf. Oleh karena itu TCBS cukup dididihkan saja dengan menggunakan hotplate stirrer. Sedangkan TSB tidak diperkenankan untuk dihomogenkan, karena TSB merupakan media yang berbentuk cair, jadi tidak perlu dihomogenkan karena tidak akan bisa menjadi padat
Pembuatan media TSA dibuat dengan cara mencampurkan 4 gr TSA dengan 100 ml aquades. Yang kemudian dilarutkan dalam Erlenmeyer. Lalu di-autoklaf. Setelah itu media dituang dalam tabung reaksi dan pada cawan petri. Dan biarkan hingga dingin dan mengeras. TSB dibuat dengan cara mencampurkan TSB sebanyak 4,5 gr dengan 150 ml aquades. Setelah dimasukkan ke dalam Erlenmeyer, media TSB ditutup dengan aluminium foil dan dituang dalam tabung reaksi sebanyak 5ml, kemudian ditutup dengan kapas dan aluminium foil dan ikat dengan menggunakan karet gelang. Kemudian TSB dipanaskan pada hot stirrer. Lalu sampel TSB di autoklaf selama 15 menit dengan suhu 121oC.setah itu media dituang dalam tabung reaksi. TCBS dibuat dengan cara mncampurkan 6,75gr TCBS dengan 150 ml aquades. TCBS dihomogenkan sampai mendidih dengan menggunakan hotplate stirrer, setelah itu tunggu sampai dingin. Kemudian tuang ke dalam cawan petri, sebelumnya hidupkan. Bunsen, sterilkan cawan petri dengan diputar-putarkan di api pada bunsen. Stelah itu media dituangkan dalam wadah yang telah disediakan. Zobell 2216 E dibuat dengan cara mencampurkan 1gr bacto yeast, 5gr bacto peptone dan 15gr bacto agar dengan 50 ml air laut yang telah disterilkan. Zobell 2216 E adalah media untuk menumbuhkan bakteri air laut, tidak bisa digunakan untuk menumbuhkan bakteri yang berada di air tawar. Media zoobel tersebut di autoklaf kemudian di tuangkan dalam wadah media. Dan didiamkan hingga beku. Media zobell ini dibuat dalam dua tahap yaitu pada media zobel padat dan media zobel cair.


Rating: 4.5 out of 5

0 komentar:

Posting Komentar

◄ Posting Baru Posting Lama ►

BIO-MOCAF

BIO-MOCAF
Formula Pembuatan Tepung Mocaf

Acetobacter xylinum

Acetobacter xylinum
Bibit Nata De Coco
 

Copyright © 2012. AGROTEKNO LAB - All Rights Reserved Template IdTester by Blog Bamz