Rabu, 18 September 2013

Media Pengembangbiakan Mikrobia

Media mempunyai berbagai macam fungsi seperti menumbuhkan mikroba, mengisolasi, memperbanyak jumlah, menguji sifat-sifat fisiologi dan perhitungan jumlah mikroba, dimana dalam proses pembuatannya harus steril dan menerapkan metode aseptis untuk menghindari kontaminasi pada media agar. Pembiakan mikroba dalam laboratorium memerlukan medium yang berisi zat hara serta lingkungan pertumbuhan yang sesuai dengan mikroorganisme. Zat hara digunakan oleh mikroorganisme untuk pertumbuhan, sintesis sel, keperluan energi dalam metabolisme, dan pergerakan. Lazimnya, medium biakan berisi air, sumber energi, zat hara sebagai sumber karbon, nitrogen, sulfur, fosfat, oksigen, hidrogen serta unsur – unsur sekelumit (trace element). Dalam bahan dasar medium dapat pula ditambahkan faktor pertumbuhan berupa asam amino, vitamin atau nukleotida.
Media terbagi menjadi dua golongan, antara lain :
  1. Media Hidup
  2. Media Mati
Media hidup pada umumnya dipakai dalam Laboratorium Virologi untuk pembiakan berbagai virus, sedangkan dalam Laboratorium Bakteriologi hanya beberapa kuman tertentu saja, dan terutama pada hewan percobaan. Contoh media hidup adalah: hewan percobaan (termasuk manusia), telur berembrio, biakan jaringan, dan sel – sel biakan bakteri tertentu untuk penelitian bakteriofage (bakteri yang terinfeksi oleh virus).
Media mati terbagi menjadi 3 macam, yaitu:
  1. Media Padat
  2. Media Setengah Padat
  3. Media Cair

Media padat diperoleh dengan cara menambahkan agar – agar. Agar berasal dari ganggang/alga yang berfungsi sebagai bahan pemadat. Alga digunakan karena bahan ini tidak diuraikan oleh mikroorganisme, dan dapat membeku pada suhu di atas 45°C. Media padat terbagi menjadi media agar miring, dan agar deep.
Media setengah padat dibuat dengan bahan sama dengan media padat, akan tetapi yang berbeda adalah komposisi agarnya. Media ini digunakan untuk melihat gerak kuman secara mikroskopik.
Media cair sering digunakan untuk mempelajari sifat faali dan genetika mikroorganisme. Harganya cukup mahal karena senyawa organik dan anorganik yang ditambahkan harus murni. Contoh media cair: ciran Hanks, Locke, Thyrode, Eagle.
Media agar sendiri termasuk media mati dimana komposisi agar tersebut sangat mempengaruhi. Media dengan komposisi agar sangat tinggi dapat digolongkan sebagai media padat. Sedangkan media dengan komposisi agar sedang masuk dalam golongan media setengah padat.
Rating: 4.5 out of 5

0 komentar:

Posting Komentar

◄ Posting Baru Posting Lama ►

BIO-MOCAF

BIO-MOCAF
Formula Pembuatan Tepung Mocaf

Acetobacter xylinum

Acetobacter xylinum
Bibit Nata De Coco
 

Copyright © 2012. AGROTEKNO LAB - All Rights Reserved Template IdTester by Blog Bamz