Rabu, 18 September 2013

Pemanfaatan Koleksi Rhizobacteria

Pemanfaatan Koleksi Rhizobacteria Untuk Mengatasi Serangan Nematoda Sista Kuning (Nsk) Globodera Rostochiensis Pada Tanaman Kentang (Solanum Tuberosum L.)
Pelaksana : Titik K.Prana, Purwanto, Ine Sulastrini, Sri Olyndriana Dewi, Dwi Wulandari dan Wida Tristanti


Abstrak

Penelitian tahun ini merupakan lanjutan dari penelitian tahun lalu, yang tujuannya adalah untuk mendapatkan jenis Rhizobacteria yang efektif untuk mengendalikan nematode sista kuning (NSK), Globodera rostochiensis yang menyerang tanaman kentang (Solanum tuberosum). Penelitian dilakukan di rumah kaca Balai Pengkajian Teknologi Pertanian BPTP) Lembang, Bandung, yang terletak pada ketinggian 1250 dpl. Waktu pengujian dimulai dari bulan Juli sampai bulan November 2006.Pengujian dilakukan dengan 3 kelompok perlakuan, yaitu perlakuan dengan perendaman dalam lipopolisakarida (LPS), perendaman dengan sel hidup (CHD) dan perlakuan dengan perendaman dalam sel mati (CMT) dengan memakai 3 isolat koleksi dan satu isolate referens dengan 3 ulangan.. Sebagai kontrol digunakan Furadan 3 G + Nematoda (K+) dengan dosis 2 gr/tanaman. Kontrol negativ (K-), yaitu tanpa nematoda dan tanpa perlakuan serta kontrol KN, yaitu tanaman yang diinokulasi nematode, tetapi tanpa perlakuan. Penanaman kentang dilakukan dalam polybag yang diisi dengan 4 kg media steril. Media tanam terdiri dari campuran pupuk kandang kuda dan tanah dengan perbandingan 1 : 1. Varietas kentang yang digunakan adalah Granola dengan benih G-nol (hasil dari kultur jaringan). Benih ditanam 1 umbi/polybag, dengan berat umbi antara 1,5-1,8 g. Perlakuan dilakukan dengan cara merendam umbi kentang selama 15 menit sebelum penanaman dan disiramkan setelah tanaman berumur 22 hari. Inokulasi NSK dilakukan setelah tanaman berumur 29 hari, dengan dosis 30 sista/kg media tanam. Pemupukan NPK dilakukan 3 kali, yaitu pada saat 3 hari sebelum tanam dengan dosis 4 g/pot, kemudian 2,5 g/tanaman pada saat tanaman berumur 14 dan 25 hari. Pengamatan dilakukan terhadap jumlah sista dalam tanah serta jumlah nematoda yang menempel pada akar tanaman pada umur 55 hari serta pada saat panen. Dari hasil pengamatan fase petumbuhan tanaman sampai saat panen, tidak tampak perbedaan yang nyata dalam hal fisik dan kemampuan membentuk umbi diantara perlakuan dan kontrol. Namun pengamatan terhadap jumlah nematoda yang menempel pada akar setelah panen menunjukkan bahwa ketiga nomor isolat yang diuji dapat menekan jumlah nematoda yang menempel pada akar tanaman, sehingga dengan demikian ketiga isolat tsb.memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai biokontrol dalam mengatasi serangan NSK. Ketiga isolat tersebut diduga memiliki sistim penghambatan yang berbeda.

sumber: http://www.biotek.lipi.go.id
Rating: 4.5 out of 5

0 komentar:

Posting Komentar

◄ Posting Baru Posting Lama ►

BIO-MOCAF

BIO-MOCAF
Formula Pembuatan Tepung Mocaf

Acetobacter xylinum

Acetobacter xylinum
Bibit Nata De Coco
 

Copyright © 2012. AGROTEKNO LAB - All Rights Reserved Template IdTester by Blog Bamz