Rabu, 18 September 2013

Seleksi Genotip Ubi Kayu Indonesia Dengan Komposisi Pati Tertentu Berdasarkan Marka Genetik


Pelaksana : Enny Sudarmonowati, N.Sri Hartati, Dody Priadi, Linda Sukmarini, Nurhaida Rahman, Santi Sugiharti, H. Fitriani, Hartati, N. Rahman Dan S. Jitno Rijadi

Abstrak

Primer RAPD (Random Amplified Polymorphic DNA) digunakan untuk analisis genotip-genotip lain yang lebih banyak adalah yang sudah terbukti dapat mengampilifikasi banyak genotip pada tahun 2005 dan yang baru yaitu OPB-10, OPE-5, OPE-20 dan OPH-17. Selain itu primer yang sebelumnya sudah digunakan untuk analisis genetik yang berkaitan dengan komposisi pati juga digunakan untuk menambah jumlah genotip yang diamplifikasi. Untuk konfirmasi pengelompokan genotip berdasarkan karakter kandungan amilosa, dilakukan analisis diskriminan berdasarkan primer OPE-15, OPB-10, OPE-20 dan OPH-17 untuk pendugaan awal korelasi pita-pita RAPD dengan karakter amilosa. Hasil analisis menunjukkan bahwa tiga lokus OPE-15 diduga berkaitan dengan kadar amilosa tinggi dan satu lokus berkaitan dengan amilosa rendah, serta satu lokus OPH-17 berkaitan dengan amilosa rendah. Dendogram yang dikonstruksi berdasarkan primer OPE-20 menunjukkan adanya pengelompokan menjadi dua kluster utama yaitu satu kluster yang lebih besar berupa kelompok Menti, Iding, Gebang, Darul Hidayah dan genotip lokal lain sedangkan kelompok kedua adalah Adira 1, Adira 4, Kasetsart dan Thailand serta genotip lain. Sedangkan dendogram yang berdasarkan OPB-10 menggolongkan dua kluster utama yang memisahkan Iding dari Gebang, Adira I dari Adira 4, namun seperti OPE-20, Kasetsart tetap dalam satu kelompok dengan Thailand. Respon genotip yang berkarakter unggul yang diperoleh dari "lobe" daun muda di lapang terhadap embriogenesis somatik berbeda dengan yang diperoleh dari planlet atau tunas in vitro. Eksplan dari lapang cenderung memerlukan konsentrasi zat pengatur tumbuh lebih tinggi dan lamanya inkubasi perlu disesuaikan. Dari enam genotip yang dicoba, Rawi merupakan genotip yang dapat memproduksi kalus embriogenik dari eksplan yang diperoleh dari lapang pada media MS. Hasil uji hasil di Lampung menunjukkan bahwa Iding berpotensi memberikan hasil tinggi apabila pemupukan disesuaikan dengan kondisi lokal dan berpotensi untuk produksi etanol. Pemanenan pada umur berbeda yang dilakukan di Cibinong menunjukkan bahwa yang paling optimum adalah 10 bulan karena kandungan pati tertinggi pada beberapa sebagian besar genotip yang dicoba. Keseragaman meningkat pada generasi kedua dibanding generasi pertama dari induk yang diperbanyak secara kultur jaringan pada genotip-genotip unggul hasil seleksi awal.


Sumber: http://www.biotek.lipi.go.id
Rating: 4.5 out of 5

0 komentar:

Posting Komentar

◄ Posting Baru Posting Lama ►

BIO-MOCAF

BIO-MOCAF
Formula Pembuatan Tepung Mocaf

Acetobacter xylinum

Acetobacter xylinum
Bibit Nata De Coco
 

Copyright © 2012. AGROTEKNO LAB - All Rights Reserved Template IdTester by Blog Bamz