Rabu, 18 September 2013

Tryptic Soy Agar

Tryptic_Soy_Agar_TSA_BD_Difco2_mediaagar com_081809520245 Microbio-Lab
085741862879
Jual Aneka Mikrobia


Tryptic Soy Agar  adalah bakteri gram negatif anaerob fakultatif. Tryptic Soy Agar memiliki bentuk seperti batang dan masuk ke dalam famili Enterobacteriaceae. Bakteri ini bersifat motil, reaksi oksidase negatif, bersifat thermo-tolerant, menghasilkan pigmen kuning pada Tryptic Soy Agar (CASO Agar).
Awalnya E. sakazakii dikenal dengan nama Enterobacter cloacae berpigmen kuning yang ditemukan oleh Pangalos pada tahun 1929. Pada tahun 1980, bakteri ini dimasukkan ke dalam genus Enterobacter sebagai suatu spesies baru yang diberi nama Tryptic Soy Agar. Penamaan Tryptic Soy Agar diberikan untuk menghargai seorang bakteriolog Jepang bernama Riichi Sakazakii. Pemindahan kelas bakteri ini dilakukan berdasarkan studi DNA hibridisasi yang menunjukkan kemiripan 41% dengan Citrobacter freundii dan 51% dengan Enterobacter cloacae.
E. sakazakii adalah bakteri yang berkoloni di dalam saluran pencernaan manusia dewasa. Spesies Enterobacter ini juga dapat ditemukan di produk pangan lain selain susu formula: keju, daging, sayuran, biji-bijian, kondimen dan bumbu-bumbuan. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa bakteri ini juga dapat diisolasi dari lingkungan rumah sakit dan lingkungan processing plant.
Temperatur optimal pertumbuhan E. sakazakii berkisar 30-40°C dengan waktu regenerasi bakteri ini terjadi setiap 40 menit jika diinkubasi pada suhu 23°C, dan tentunya kecepatan ini akan meningkat pada suhu optimum pertumbuhannya.

E. sakazakii mempunyai kemungkinan hidup sebesar 6.5% untuk dapat mengkontaminasi atau berkembang hingga mencapai jumlah yang signifikan (1 juta sel/g produk) dalam waktu tercepat 100 jam pada suhu 18-37°C.  Hal ini menunjukkan bahwa hanya cukup 1 sel hidup E. sakazakii untuk mengontaminasi produk susu formula pada proses produksi, maka dalam waktu 5 hari saja, produk tersebut telah menjadi sangat berbahaya bagi bayi.
Sebenarnya infeksi E.sakazakii bisa menyerang segala usia, namun yang paling rentan adalah bayi berusia dibawah satu tahun, terutama bayi neonatal (28 hari pertama), bayi premature dan bayi dengan sistem daya tahan tubuh bermasalah (immunocompromized).  Bayi dari ibu penderita HIV juga masuk dalam kelompok yang sangat rentan terhadap infeksi E. sakazakii. Dikatakan rentan karena E. sakazakii memproduksi toksin (endotoxin) yang juga berbahaya bagi mamalia atau manusia yang baru lahir dan belum memiliki sistem kekebalan yang baik.
Untuk menganalisa kehadiran E. Sakazakii, kita dapat menggunakan metode FDA/BAM. Tahap-tahap metode ini yaitu :
  1. Tahap pengayaan (Pre-enrichment dan Selective enrichment) menggunakan media Buffered Peptone Water (BPW) dan EE Brot.
  2. Tahap identifikasi bakteri menggunakan media agar Violet Red Bile Glucose (VRBGA). Pada media VRBGA setelah inkubasi selama 24 jam pada suhu 36°C, E. sakazakii akan tampak sebagai koloni berwarna ungu yang dikelilingi oleh halo berwarna ungu yang merupakan hasil endapan dari bile salt.
  3. Tahap identifikasi biokimia menggunakan Tryptic Soy Agar (CASO Agar) untuk mengamati ciri khusus, yaitu pembentukan pigmen kuning yang dimiliki E. sakazakii.  Pada media TSA (CASO Agar) E. sakazakii akan tampak sebagai koloni berwarna kuning setelah inkubasi selama  48 – 72 jam pada suhu 25°C.
Metode FDA/BAM ini memiliki kelemahan antara lain :
  1. Membutuhkan waktu yang cukup lama. Secara keseluruhan, metode ini membutuhkan sekitar 7 hari untuk melakukan analisa.
  2. Tidak seluruh E. sakazakii membentuk pigmen kuning. Strain E. sakazakii ada yang tidak membentuk pigmen kuning pada saat ditumbuhkan pada media TSA (CASO Agar) di suhu 25°C.
E. sakazakii bisa tidak dapat tumbuh pada media standar untuk bakteri Entrobacteriaceae dan Coliform.
Rating: 4.5 out of 5

0 komentar:

Posting Komentar

◄ Posting Baru Posting Lama ►

BIO-MOCAF

BIO-MOCAF
Formula Pembuatan Tepung Mocaf

Acetobacter xylinum

Acetobacter xylinum
Bibit Nata De Coco
 

Copyright © 2012. AGROTEKNO LAB - All Rights Reserved Template IdTester by Blog Bamz