Rabu, 15 Juli 2020

Mengenal Tanaman Sorgum dan Teknik Budidayanya









Sorgum adalah salah satu tanaman pangan yang telah lama dibudidayakan di Indonesia. Di Jawa tanaman ini dikenal dengan sebutan jagung cantel. Tanaman ini mudah dibudidayakan baik di lahan subur maupun pada lahan kurang subur. Sebagian para petani menjadikan tanaman sorgum sebagai tanaman tumpangsari dengan tanaman lainnya, namun saat ini banyak petani mulai menjadikan tanaman sorgum sebagai tanaman utama. Sorgum memiliki kemiripan dengan tanaman jagung, daunnya berbentuk lurus memanjang, bijinya bulat dengan ujung mengerucut berukuran diameter sekitar 2 mm dan mempunyai satu tangkai buah dengan beberapa cabang buah. Hampir seluruh bagian dari tanaman sorgum mulai dari biji, tangkai, batang, daun hingga akarnya dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Diantara olahan makanan berbahan sorgum antara lain kecap sorgum, gula sorgum yang terbuat dari nira sorgum yang  banyak terdapat pada batang tanaman sorgum, nektar sorgum, kue dan berbagai makanan ringan lainnya. Adapun langkah-langkah Budidaya Tanaman Sorgum adalah sebagai berikut :

1.Pengolahan Laham
Langkah pertama yang dilakukan adalah penggemburan lahan menggunakan cangkul atau traktor. Taburkan pupuk dasar berupa pupuk kandang dengan dosis 4-5 ton/hektar, pupuk kandang merupakan pupuk organik yang berguna untuk membantu pertumbuhan tanaman karena mengandung unsur hara makro dan mikro.  Lahan yang telah dipupuk di aplikasi pula dengan pembenah tanah yakni bahan yang ditambah ke tanah untuk memperbaiki kesuburan tanah baik itu sifat fisik, kimia maupun biologi tanah, dengan demikian tanah akan menjadi produktif untuk pertumbuhan dan perkembangan organisme seperti tumbuhan dan mikroba tanah.
Diamkan lahan selama 2 hari agar semua masukan berproses sehingga lahan siap ditanami.
2. Penanaman
Penanaman sorgum dilakukan dengan cara membuat lubang tanam sedalam 5 cm dengan cara ditugal dan memasukkan 2 benih sorgum di dalamnya, kemudian tutup lubang tanam dengan tanah atau bokashi. Jarak tanam antar lubang yaitu 20-25 cm.  Benih sorgum ini dapat diperoleh dari biji sorgum yang telah masak dan telah di treatment terlebih dahulu atau membeli bibit yang dikeluarkan oleh dinas pertanian di toko-toko pertanian yang menyediakannya.

3. Perawatan
Perawatan sehari-hari tanaman sorgum relatif tidak rumit, selain tindakan penyulaman dan pengairan, pada umur tanaman 20 hari perlu dilakukan penyiangan atau pembersihan gulma, tujuannya adalah untuk mengendalikan tumbuhan liar yang tidak dikehendaki pertumbuhannya agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman utama. Dalam kegiatan penyiangan terkadang dilakukan pula pembumbunan atau ipuk, yakni menumpuk tanah pada akar tanaman yang longsor yang dikarenakan oleh berbagai sebab baik itu akibat pengairan maupun air hujan.
Setelah tanaman berumur 1 bulan perlu dilakukan aplikasi pupuk susulan menggunakan pupuk organik cair, tujuannya untuk meningkatkan kesuburan tanaman serta memperbaiki dan meningkatkan kualitas organik didalam tanah sehingga tanah atau lahan menjadi lebih remah, gembur, tidak liat bahkan keras dan juga untuk menjaga ketersediaan unsur hara di dalam tanah.
Aplikasi pupuk yang sama kembali dilakukan manakala tanaman telah berumur 2 bulan.
Bakal biji sorgum biasanya muncul setelah tanaman berumur kurang lebih 50 HST, pada saat itu perlu dilakukan pengendalian hama terutama burung dengan cara membrongsong bakal biji sorgum dengan plastik, dipilihnya plastik sebagai pelindung bakal biji karena dianggap relatif lebih murah biayanya dibanding paranet.

4.Pemanenan
Sorgum dipanen saat telah masak atau tua dengan ciri-ciri kulit buah telah berubah warna dari hijau menjadi hitam atau merah, dengan kulit buah sudah pecah serta terlihat isinya.
Dengan luas lahan 1 hektar dapat menghasilkan 2 ton sorgum.  Pemanenan dilakukan dengan cara memotong bagian tangkai sekitar 7-10 cm dan mengumpulkannya kedalam wadah yang disiapkan. Sorgum hasil panen ini selanjutnya akan diproses lebih lanjut mulai dari penjemuran, perontokan hingga penggilingan untuk dikupas kulitnya sampai penepungan.

Semoga Bermanfaat….
Selamat berwirausaha, Kerja keras, Iklas, dan Doa…
Semoga sukses!!!

Rating: 4.5 out of 5

0 komentar:

Posting Komentar

◄ Posting Baru Posting Lama ►

BIO-MOCAF

BIO-MOCAF
Formula Pembuatan Tepung Mocaf

Acetobacter xylinum

Acetobacter xylinum
Bibit Nata De Coco
 

Copyright © 2012. AGROTEKNO LAB - All Rights Reserved Template IdTester by Blog Bamz